Undang-undang Pariwisata Baru Mulai Berlaku
  2013-10-02 12:54:15  CRI

Terhitung sejak tanggal 1 Oktober 2013, Undang-Undang pariwisata baru Tiongkok mulai diterapkan.

Seiring dengan perkembangan pesat ekonomi Tiongkok, wisatawan Tiongkok ke luar negeri terus bertambah. Karena letak geografis yang dekat dan adanya kemiripan budaya, Asia Tenggara menjadi destinasi utama wisatawan Tiongkok ke luar negeri, khususnya Thailand.

Bertambahnya jumlah wisatawan Tiongkok ke Thailand, menuai kritik sejumlah media lokal Thailand mengenai tingkah laku wisatawan Tiongkok. Meski demikian, pemandu wisata yang biasanya membawa wisatawan Tiongkok, Nali berpendapat bahwa perbedaan kebiasaan dan budaya mengakibatkan salah paham. Misalnya, saat menyerahkan sesuatu kepada orang lain, orang Thailand biasanya akan langsung memberikannya sampai ke tangan orang yang dituju, namun di Tiongkok, bagi orang yang sudah saling kenal, mereka kerap langsung melemparkan barang ke orang yang dituju. Sebelum masuk ke rumah di Thailand, biasanya harus melepas sepatu terlebih dulu, tapi di Tiongkok kebiasaan seperti bukanlah hal wajib.

Sebenarnya beberapa masalah yang sering dikeluhkan seperti membuang dahak dan tidak melepas sepatu, bukan karena wisatawan Tiongkok tidak menghormati adat Thailand, namun karena terkendalanya komunikasi. Untuk itu, Dinas Pariwisata Thailand kini mulai memasang papan-papan keterangan dalam bahasa Mandarin agar dapat semaksimal mungkin mengurangi kesalahpahaman yang timbul. Di pihak lain, dalam Undang-Undang pariwisata yang baru, dengan jelas mewajibkan para wisatawan menaati tata krama setempat.

Selain menghimbau tingkah laku yang sopan dari turis Tiongkok, UU pariwisata yang baru juga menetapkan ketentuan berbelanja saat berwisata ke luar negeri. Apabila wisatawan Tiongkok dipaksa berbelanja, maka agen perjalanan akan dikenakan denda bahkan berisiko dicabut izin usahanya.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040