Pertemuan Pemimpin Tiongkok-UE Capai Hasil
  2013-11-22 11:24:14  CRI
Pertemuan Pemimpin Tingkok-Uni Eropa Ke-16 digelar di Beijing kemarin (21/11). Kedua pihak mengumumkan peta jalan yang berorientasi kerja sama tahun 2020. Sebelumnya, perundingan kedua pihak mengenai persetujuan investasi yang mengundang perhatian juga dihidupkan secara resmi. Sementara itu, Tiongkok dan UE juga menyatakan akan dengan aktif mempelajari kelayakan pembangunan zona perdagangan bebas Tiongkok-UE. Saat peringatan genap 10 tahun penjalinan kemitraan strategis komprehensif antara kedua pihak, suatu cetak biru yang berorientasi pada hubungan kedua pihak di masa depan diperlihatkan ke hadapan publik.

Kemarin sore, pemimpin kedua pihak mengadakan jumpa pers seusai pertemuan. Sebagaimana diketahui, dialog kali ini justru diadakan pada saat genap 10 tahun penjalinan kemitraan strategis komprehensif antara Tiongkok dan UE, dan juga merupakan dialog pertama antara kedua pihak setelah terpilihnya pemimpin Tiongkok yang baru. Oleh karena itu, media menaruh perhatian akan kemajuan dan terobosan yang dicapai untuk meningkatkan kerja sama antara kedua pihak. Mengenai hal itu, Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang mengatakan,

"Pertemuan kali ini akan mengumumkan pernyataan bersama guna menyusun rancangan strategis kerja sama Tiongkok dan UE pada tahun 2020. Rancangan tersebut menjangkau aspek yang lebih luas, termasuk kerja sama antariksa, kerja sama anti bajak laut dan kerja sama urbanisasi berpola baru. Dapat dikatakan sebagai kerja sama 'ke langit, ke laut dan darat'. Selanjutnya kedua pihak akan berupaya bersama untuk menerapkan peta jalan kerja sama yang berorientasi pada tahun 2020, dalam rangka menyejahterahkan rakyat kedua pihak."

Mengenai rancangan tersebut, Ketua Komite UE Jose Manuel Barroso menyatakan,

"Ini adalah saat yang sangat penting, karena UE dan Tiongkok sedang berada pada suatu titik tolak. Saya merasa senang dengan tercapainya kesepahaman mengenai paket rencana tahun 2020, yang akan menjadi visi untuk dekade selanjutnya. Ini adalah dokumen strategis, sekaligus adalah dokumen yang sangat kongkret, karena mencakup sejumlah program aksi yang rinci. Hal itu juga membuktikan sepenuhnya, hubungan antara UE dan Tiongkok tidak saja mempunyai masa lalu yang cemerlang, tapi juga mempunyai prospek masa depan yang lebih luas."

Sebagaimana diketahui, sudah 9 tahun UE menjadi mitra perdagangan terbesar bagi Tiongkok, sedangkan Tiongkok juga merupakan mitra perdagangan kedua terbesar selama 10 tahun ini bagi UE. Kini, nilai perdagangan antara Tiongkok dan UE mencapai US$ 1,5 miliar per hari. Semakin banyak produk "Made in China" yang digunakan keluarga-keluarga Eropa, sedangkan produk dan desain dari Eropa juga digemari konsumen Tiongkok. Namun jika dibandingkan dengan skala perdagangan yang begitu besar, kerja sama antara kedua pihak di bidang investasi masih terbilang kecil. Menurut data yang disedikan UE, di antara investasi langsung UE di luar di negara lainnya, investasi di Tiongkok hanya 2,1%. Sementara, di antara investasi Tiongkok di luar negeri, hanya 3% yang mengalir ke UE. Bagaimana mengatasi rintangan di bidang investasi antara kedua pihak dan memperluas ruang kerja sama investasi lebih lanjut? Inilah tantangan yang dihadapi pemimpin kedua pihak. Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang mengatakan

"Kedua pihak mengumumkan pula untuk secara resmi menghidupkan perundingan mengenai persetujuan investasi, dengan aktif mempelajari kelayakan pembangunan zona perdagangan bebas, berupaya agar nilai perdagangan mencapai US$ 1 triliun pada tahun 2020."

Mengenai pertikaian yang tak terelakkan dalam perkembangan hubungan kedua pihak, Li Keqiang menegaskan, kedua pihak perlu saling menghormati guna mewujudkan kerja sama dan menang bersama.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040