PKT Ketat Kelola Penyambutan Dinas
  2013-12-11 12:01:55  CRI

Kantor Komite Sentral PKT dan Kantor Dewan Negara baru-baru ini mengeluarkan Ketetapan Pengelolaan Dinas Lembaga Partai dan Pemerintah dengan mengemukakan permintaan perincian dan penyederhanaan di bidang-bidang akomodasi dan perjalanan dinas.

Ketetapan kali ini terdiri dari revisi dan penambahan dalam jumlah besar dari peraturan terkait yang diumumkan tahun 2006. Ketetapan yang telah direvisi terbilang cukup ketat dengan mengeluarkan sebanyak 38 larangan.

Wakil Direktur Bagian Riset Pengajaran Sekolah Partai Komite Sentral PKT Dai Yanjun mengatakan, penyambutan dinas merupakan masalah yang dapat dilihat jelas oleh masyarakat. Jika tidak ditangani dengan baik, bukan saja akan mendatangkan pemborosan yang tidak perlu, namun juga akan merusak reputasi kader, terlebih imej pemerintah dan hubungan antara partai dan rakyat.

Lebih lanjut, ia menyatakan, ketetapan seperti itu dikeluarkan setiap tahun, namun selalu hanya sebagai formalitas. Ketetapan baru yang telah ditulis rinci akan lebih mudah pelaksanaannya, dan boleh dikatakan merupakan kemajuan setelah diadakan evaluasi terhadap pengalaman dan pembelajaran sebelumnya.

Yang patut dicatat, penetapan kali ini juga telah banyak menambah isi mengenai transparansi kegiatan penyambutan dinas serta pertanggung-jawaban dan pengawasannya. Lembaga partai dan pemerintah tingkat kabupaten ke atas dituntut mengumumkan keadaan penyambutan tiap tahun dan menerima pengawasan masyarakat. Sementara itu, di bidang-bidang peningkatan pemeriksaan, pengawasan keuangan dan audit serta intensitas hukuman, pengawasan dan pertanggung-jawaban dalam kegiatan penerimaan juga ditingkatkan.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040