Monyet Peluk Ayam
  2014-02-11 12:20:31  CRI

Di Kecamatan Pasirian, Lumajang, seekor monyet dan ayam betina menjalin percintaan. Percintaan antara kedua jenis binatang yang berbeda ini tampak mesra. Sang monyet terlihat memeluk dan mencium ayam kampung kesayangannya.

Kisah cinta unik antara monyet dan ayam kampung dengan bulu hitam ini menurut pemiliknya terjadi setahun lalu. "Kejadian unik ini terjadi sekitar satu tahunan mas," kata Pemilik Monyet dan Ayam, Ali Murtadi.

Menurut Ali, monyet miliknya didapat dari kawasan lereng Gunung Semeru di Kecamatan Senduro setahun lalu. Monyet itu dipelihara dan dibuatkan kandang di bawah pohon mangga dekat rumahnya. Awalnya, monyet itu liar namun setelah sebulan dirawat, monyet pun jinak dan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Bahkan dengan ayam peliharaannya.

"Saya kaget melihat ayam milik saya sering tidur bersama monyet. Tapi sampai sekarang tidak ada masalah," tuturnya.

Sang monyet terkadang memperlihatkan kebolehannya menari. Monyet itu bergoyang-goyang dan membuat ayam betina mendatanginya. Seperti layaknya sepasang kekasih, ketika ayam datang, sang monyet langsung menyambut dengan pelukan dan ciuman mesra.

Aksi dari kedua binatang berbeda jenis ini mendapat perhatian masyarakat. Mereka berbondong-bondong menyaksikan 'percintaan' kedua binatang itu. Saat kedua binatang itu menunjukkan kemesraan, warga yang menonton tertawa.

"Saya tahu ada monyet 'nikah' dengan ayam dari mulut ke mulut," tutur Suhartono (50) warga Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh yang datang bersama istri dan anaknya karena penasaran.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040