Awak Pesawat Yang Kelebihan Berat Akan Diberhentikan
  2014-05-19 16:35:51  CRI

Menurut Harian Daily Mail Inggris, Badan Penerbangan Sipil India baru-baru ini mengeluarkan peraturan baru yang isinya akan memberhentikan awak pesawat yang kelebihan berat badan. Peraturan baru ini mengundang kritikan dari para awak pesawat.

Menurut peraturan baru, awak pesawat yang tidak sesuai dengan indeks berat badan normal akan dicantumkan dalam daftar "tidak lolos" dan mungkin akan dibebastugaskan. Badan Penerbangan Sipil India menjelaskan, ketentuan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu keamanan para penumpang sebab awak pesawat yang tidak memenuhi standar dan kurang sehat sulit menjalankan tugasnya dalam keadaan darurat.

Para awak pesawat menganggap peraturan itu tidak saja gila, tapi juga berbau diskriminasi. Hal ini akan berdampak terhadap 600 orang awak pesawat. Seorang pejabat senior Asosiasi Awak Pesawat Seluruh India mengkritik peraturan baru itu sangat diskriminatif dan tidak masuk akal, sekaligus menyatakan bahwa awak pesawat India selama ini selalu memelihara catatan baik di bidang keamanan.

Dikabarkan, ini bukan untuk pertama kalinya lembaga penerbangan mengemukakan tuntutan terkait berat badan awak pesawat. Sebelumnya, pada tahun 2011, Maskapai Thai Airways pernah menghukum awak pesawat yang kelebihan berat badan. Menurut peraturan Thai Airways, awak pesawat yang gagal menurunkan berat badan dalam waktu satu tahun, maka akan dialihtugaskan menjadi anggota staf darat.

Stop Play
Terpopuler
• Hari Berkabung Nasional, Tiongkok Peringati Korban Pembantaian Massal Nanjing
• Tiongkok Usulkan Pelucutan dan Non-Proliferasi Senjata Kimia secara Seimbang
• Li Keqiang Hadiri Peringatan Genap 5 Tahun Kerja Sama 16+1
• Pertemuan Tingkat Tinggi Ketiga Hubungan Antarmasyarakat Tiongkok-Indonesia Digelar
• KTT ASEAN dan Pertemuan Pemimpin Asia Timur Ditutup
• PM Tiongkok Hadiri KTT Asia Timur ke-12
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040