Web  indonesian.cri.cn  
Hotel Dibangun Dengan Garam
  2014-05-30 14:33:39  CRI

Menurut laporan Daily Mail pada tanggal 29 Mei, sebuah hotel di Bolivia, Amerika Selatan dibangun sepenuhnya dengan batu garam sebanyak satu juta buah, perhiasan dan rumah tangga di dalamnya juga dibuat dengan garam. Bangunan dengan rasa asin tersebut terletak di Salar de Uyuni, tempat pariwisata yang terkenal di bagian barat daya Bolivia.

Diberitakan, dinding dan pilar di dalam hotel itu juga dibangun dengan batu garam. Sedangkan ranjang, meja dan alat-alat rumah tangga diukir di atas batu garam, untuk pembangunan hotel itu telah dihabiskan selama dua tahun. Di atas lantai hotel itu telah diselimuti selapis garam, rasanya enak diinjak-injak.

Sarana di dalam hotel lengkap sepenuhnya, termasuk sauna, steam bath, dan mandi air garam yang memang tidak heran di sini. Di hotel itu disediakan 30 kamar, para penginap dilarang menjilat dinding, karena karyawan hotel itu khawatir dinding menjadi semakin tipis, sehingga terjadi keadaan bahaya.

Juru bicara hotel tersebut Pedro Pablo Michel Rocha menyatakan, para pengunjung yang pertama kali mendatangi hotel tersebut tidak percaya bahwa di bagian dalam dan luar semua dibuat dari garam. "Mereka tidak percaya bahwa semuanya dibuat dari garam, saya pernah melihat beberapa pengunjung menjilat peralatan rumah tangga, mereka ingin tahu apakah itu adalah garam sesungguhnya."

Setiap musim hujan, hotel garam itu kelihatan lemah, walau garam akan menjadi lebih kokoh karena air hujan, namun sebagian tempat tetap perlu dipugar karena lumer.

Stop Play
Terpopuler
• Pertemuan ke-11 Organisasi Persahabatan Non Pemerintah Tiongkok-ASEAN Luluskan Deklarasi Siem Reap
• Perayaan HUT 50 Tahun ASEAN Digelar di Manila
• Daerah Otonom Mongolia Dalam Rayakan HUT ke-70
• Kepala Ekonom IMF: Tiongkok Akan Terus Menjadi Pendorong Utama bagi Pertumbuhan Ekonomi Dunia
• Presiden Filipina Rodrigo Duterte Temui Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi
• AS Didesak Hentikan Pengintaian di Dekat Wilayah Tiongkok
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040