Web  indonesian.cri.cn  
Seorang Remaja India Dipuja Sebagai Dewa Monyet
  2014-06-18 16:26:31  CRI

Menurut The Daily Mail Inggris, seorang remaja bernama Arshid Ali Khan berumur 13 tahun dari Negeri Bagian Punjab India dipandang sebagai Dewa Monyet karena di buntutnya tumbuh ekor sepanjang 18 sentimeter. Namun, ekor tersebut membuatnya sulit berjalan kaki dan mungkin harus dipotong melalui operasi.

Meski dianggap memiliki kemampuan sakti, Ali Khan harus menggunakan kursi roda dan menderita siksaan rasa sakit. Banyak dokter India berpendapat, tumbuhnya ekor Ali Khan tersebut disebabkan tulang belakangnya terus bertumbuh dan membuatnya mengidap penyakit Spina bifida yang dapat mengakibatkan kelumpuhan sebagian anggota tubuh.

Ali Khan siap untuk memotong ekornya, tapi keluaganya meragukan hasil operasi. Mereka menyatakan daripada membiarkan Ali Khan mengambil risiko operasi, lebih baik mempertahankan ekornya. Sementara itu, Ali Khan menyatakan bahwa ia tidak yakin orang-orang akan berhenti meminta berkat darinya setelah ia memotong ekornya.. Ia mengatakan, " Karena ekor panjang pemberian Tuhan ini saya dipuja orang banyak. Saya berdoa kepada Tuhan agar keinginan orang-orang ini dapat dikabulkan."

Stop Play
Terpopuler
• Pertemuan ke-11 Organisasi Persahabatan Non Pemerintah Tiongkok-ASEAN Luluskan Deklarasi Siem Reap
• Perayaan HUT 50 Tahun ASEAN Digelar di Manila
• Daerah Otonom Mongolia Dalam Rayakan HUT ke-70
• Kepala Ekonom IMF: Tiongkok Akan Terus Menjadi Pendorong Utama bagi Pertumbuhan Ekonomi Dunia
• Presiden Filipina Rodrigo Duterte Temui Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi
• AS Didesak Hentikan Pengintaian di Dekat Wilayah Tiongkok
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040