Tiongkok dan ASEAN Ciptakan Situasi Baru Kerja Sama Pendidikan
  2014-09-02 10:57:55  CRI
Upacara Pembukaan Pekan Pertukaran Pendidikan Tiongkok-ASEAN ke-7, Forum Menteri Tiongkok-ASEAN yang bertema "bertetangga bersahabat, bekerja sama menciptakan pendidikan yang menyejahterakan rakyat" kemarin sore diadakan di Kota Guiyang, Provinsi Guizhou, Tiongkok Selatan. Kegiatan kali ini mencerminkan semangat damai, pengertian, kerja sama dan menang bersama, sesuai dengan prinsip pembangunan bersama Jalan Sutra Samudera Abad ke-21 Tiongkok-ASEAN, dan akan memainkan peran penting untuk memperkaya isi kerja sama pendidikan Tiongkok dengan negara-negara ASEAN serta mendorong pertukaran kebudayaan. Hal ini juga akan menciptakan situasi baru bagi kerja sama pertukaran pendidikan Tiongkok-ASEAN.

Diadakannya Pekan Pertukaran Pendidikan Tiongkok-ASEAN akan mendorong kerja sama pertukaran pendidikan Tiongkok-ASEAN. Di bidang pendidikan, Pusat Tiongkok-ASEAN telah tiga tahun berturut-turut berupaya mewujudkan target, yaitu pihak terkait masing-masing dapat mengirim siswa untuk bersekolah ke negara lain sebanyak 100 ribu orang pada tahun 2020. Sementara itu Pusat Tiongkok-ASEAN juga berusaha membentuk tiga platform, yaitu Pekan Pertukaran Pendidikan Tiongkok-ASEAN, Organisasi Menteri Pendidikan Asia Tenggara dan Pusat Budaya Bahasa Tiongkok-ASEAN, dan bekerja keras untuk menyediakan jasa dan berangsur-angsur mendorong pekerjaan lembaga pendidikan pemerintah Tiongkok dan berbagai negara ASEAN. Sekjen Pusat Tiongkok-ASEAN, Ma Mingqiang menyatakan:

"Dengan aktif mendukung diadakannya Pekan Pertukaran Pendidikan Tiongkok-ASEAN seharusnya menjadi platform dialog kebijakan antara lembaga administrasi pendidikan Tiongkok dan negara-negara ASEAN. Mendukung pekan tersebut menjadi platform pertukaran praktis yang terbaik dalam badan pendidikan tinggi Tiongkok dan negara-negara ASEAN, mendukung pekan pertukaran menjadi platform pertukaran kebudayaan Tiongkok-ASEAN, dan platform untuk memperagakan hasil pertukaran dan kerja sama pendidikan Tiongkok-ASEAN. Hal ini juga dapat mendorong Pertemuan Menteri Pendidikan Asia Tenggara untuk lebih banyak ikut serta dalam Pekan Pendidikan, dan memainkan peran positif dan inisiatif."

"Pendidikan Sejahterakan Rakyat" sebagai salah satu tema Pekan Pertukaran Pendidikan kali ini, mencerminkan bahwa pendidikan adalah hak fundamental penduduk. Tiongkok dan negara-negara ASEAN akan bekerja sama dan memerlukan dukungan berbagai kalangan masyarakat. Sekjen Organisasi Menteri Pendidikan Asia Tenggara, Dr. Witaya Jeradech Akul menyatakan :

"Pertemuan tersebut menyediakan kesempatan interkoneksi dan penjalinan hubungan untuk Tiongkok dan badan pendidikan Asia yang ikut serta dalam kegiatan kali ini. Dalam beberapa hari ke depan, kami berharap dapat bertemu dengan lebih banyak organisasi Tiongkok."

Memprioritaskan perkembangan pendidikan merupakan kebijakan fundamental Tiongkok, Tiongkok sangat mementingkan keterbukaan pendidikan. Pertukaran pendidikan Tiongkok-ASEAN mempunyai masa depan yang cerah, pemerintah Tiongkok telah memutuskan memasukkan Pekan Pertukaran Pendidikan Tiongkok-ASEAN ke dalam strategi perkembangan Jalur Ekonomi Jalan Sutra dan Jalan Sutra Samudera pemerintah Tiongkok. Oleh karena itu, pertukaran pendidikan Tiongkok-ASEAN akan berkembang pesat dan naik ke taraf yang lebih tinggi.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040