Sidang Pleno Ke-4 PKT Tarik Perhatian Masyarakat Internasional
  2014-10-21 10:52:35  CRI

Sidang Pleno ke-4 Komite Sentral ke-18 Partai Komunis Tiongkok (PKT) digelar di Beijing pada 20-23 Oktober. Masyarakat internasional secara merata menyatakan yakin bahwa sidang pleno PKT kali ini akan berfungsi sebagai tonggak monumental dalam proses pembinaan tata hukum di Tiongkok, sekaligus akan memberikan daya penggerak baru bagi proses pembangunan Tiongkok.

Hu Yishan, sarjana senior dari The Rajaratnam School of International Studies (RSIS) di bawah Nanyang Technological University (NTU) Singapura mengatakan, Tiongkok merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia. Tiongkok saat ini telah memasuki masyarakat yang cukup sejahtera dan sudah saatnya untuk mengintensifkan penyelenggaraan negara dengan berlandaskan hukum. Pembahasan masalah penyelenggaraan negara dengan berdasarkan hukum dalam sidang pleno kali ini justru adalah untuk memenuhi tuntutan zaman. Penyelenggaraan negara berdasarkan hukum tidak hanya berhubungan erat dengan pemeliharaan kemakmuran ekonomi, kestabilan politik dan ketenteraman sosial, tapi juga berhubungan erat dengan kemakmuran dan kestabilan ekonomi global. Media dunia menaruh perhatian besar terhadap sidang pleno PKT kali ini, dan menantikan sidang tersebut dapat mencapai sukses demi meletakkan dasar kokoh bagi perkembangan Tiongkok pada masa mendatang.

Mantan Konsul Jenderal AS untuk kota Shanghai, Henry Levin memuji pembahasan masalah penyelenggaraan negara berdasarkan hukum dalam sidang pleno ke-4 PKT sebagai kemajuan historis dalam proses perkembangan Tiongkok. Ia menyatakan hal itu merupakan berita baik bagi inovasi dan perkembangan Tiongkok pada masa mendatang. Ia menyatakan, saat ini perusahaan AS umumnya berharap Tiongkok akan menjadi lebih terbuka, transparan dan adil seiring dengan peningkatan penyelenggaraan negara berdasarkan hukum.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040