Fokus Perhatian Kunjungan Jokowi ke Tiongkok
  2015-03-26 10:38:06  CRI

Memenuhi undangan Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) hari ini (26/3) memulai kunjungan kenegaraan di Tiongkok. Jokowi akan menghadiri pertemuan tahunan Boao Forum for Asia (BFA) setelah kunjungan tersebut. Ini adalah kunjungan kedua yang dilakukan Jokowi ke Tiongkok dalam waktu hanya enam bulan sejak ia menjabat sebagai Presiden Indonesia.

Tahun ini bertepatan dengan peringatan 65 tahun penggalangan hubungan diplomatik Tiongkok dan Indonesia, sekaligus genap 10 tahun penjalinan hubungan kemitraan strategis dan 60 tahun pembukaan Konferensi Asia Afrika di Bandung. Walaupun hanya lewat empat bulan setelah kunjungan pertamanya ke Tiongkok, Jokowi tetap menerima undangan untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok.

Tugas atau misi apa yang akan dilakukan Jokowi dalam lawatannya ke Tiongkok kali ini? Pada November tahun lalu, Jokowi menghadiri pertemuan puncak APEC di Beijing dan kemudian mengunjungi kota Tianjin yang tidak jauh dari Beijing dengan menumpang kereta api berkecepatan tinggi. Jokowi berkesan mendalam terhadap perkembangan cepat Tiongkok. Ia mengatakan, perkembangan Tiongkok merupakan dorongan bagi Indonesia yang juga berharap dapat berkembang dengan pesat.

Mengusahakan kerja sama dengan Tiongkok merupakan salah satu tujuan utama dalam kunjungannya ke Tiongkok kali ini. Dalam wawancaranya dengan media jelang kunjungan ke Tiongkok, Jokowi mengatakan, kerja sama Indonesia dan Tiongkok di bidang investasi dan perdagangan menghadapi peluang yang baru. Ia berharap Tiongkok akan meningkatkan investasi di bidang pembangunan infrastruktur di Indonesia. Selama ini infrastruktur yang terbelakang telah menjadi rintangan bagi perkembangan ekonomi Indonesia. Setiap pemerintah Indonesia menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai tugas utama dalam pemerintahannya. Akan tetapi program pembangunan infrastruktur berlangsung lamban karena kekurangan dana. Jokowi mengatakan, Indonesia tahun ini akan mengalokasi sebanyak US$ 22,3 miliar untuk pembangunan infrastruktur. Anggaran itu merupakan yang tertinggi dalam sejarah. Jokowi mengatakan, mengusahakan investasi Tiongkok di Indonesia serta peningkatan kerja sama kedua negara di bidang infrastruktur merupakan tujuan utama dalam kunjungannya ke Tiongkok kali ini. Jokowi mengakui Tiongkok memiliki pengalaman yang kaya dalam pembangunan infrastruktur. Indonesia berharap Tiongkok dapat membantu Indonesia melalui investasi di bidang jalan raya, rel kereta api, perlistrikan dan pelabuhan.

Gagasan Xi Jinping tentang Jalan Sutra Laut Abad 21 memiliki titik singgung dengan usulan Jokowi tentang poros maritim Indonesia. Jokowi mengatakan, jika kedua strategi tersebut dapat saling mendukung, maka pasti akan membuahkan hasil yang luar biasa. Dalam kunjungan Jokowi ke Tiongkok, dipercaya kedua negara akan mencapai serangkaian persetujuan tentang kerja sama.

Jokowi akan menyampaikan pidato terkait konektivitas dalam acara pembukaan pertemuan tahunan BFA di Bo'ao, Provinsi Hainan, Tiongkok selatan. Ia mengatakan, konektivitas sangat penting bagi Indonesia yang terdiri dari Kepulauan. Ia berharap Forum Bo'ao tahun ini dapat mendorong kerja sama kawasan ini di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040