Xi Jinping Akan Hadiri Forum Tingkat Tinggi Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan 2015
  2015-10-13 11:39:25  CRI

Tanggal 17 Oktober adalah Hari Pengentasan Kemiskinan Negara Tiongkok ke-2. Wakil Direktur Kantor Penerangan Dewan Negara, Jurubicara Guo Weimin kemarin (12/10) di Beijing mengumumkan, Presiden Tiongkok Xi Jinping akan menghadiri Forum Tingkat Tinggi Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan 2015 pada tanggal 16 bulan ini dan bertukar pengalaman dalam pengentasan dan pembangunan dengan masyarakat internasional.

Pada bulan September lalu, KTT Pembangunan PBB menerima baik agenda pembangunan pasca 2015 dengan pengentasan kemiskinan sebagai target utama dan proses pengentasan kemiskinan global memasuki tahap sejarah yang baru. Pemerintah Tiongkok juga telah membunyikan terompet perampungan pembangunan masyarakat sejahtera pada tahun 2020 serta menetapkan pengentasan kemiskinan dan eksploitasi sebagai titik berat dalam repelita ke-13.

Berdasarkan latar belakang tersebut, Forum Tingkat Tinggi Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan tahun ini mengangkat tema "menghapuskan kemiskinan dengan bergendengan tangan dan mewujudkan pembangunan bersama" dan mengundang pemimpin dan politikus mancanegara serta penanggung jawab organisasi internasional untuk bertukar pengalaman pengentasan kemiskinan dan pembangunan. Kini pemimpin negara dan pemerintah antara lain Laos, Chad, Kroasia, Kamboja dan Bolivia serta penanggung jawab dari Program Pembangunan PBB, Bank BRICS WHO dan Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) telah dikonfirmasi akan menghadiri forum kali ini.

Menghapuskan kemiskinan dan memperbaiki taraf kehidupan rakyat selalu menjadi target perjuangan PKT dan pemerintah Tiongkok. Sejak dilaksanakannya reformasi dan keterbukaan, seiring dengan perkembangan pesat ekonomi Tiongkok dan terus meningkatnya kekuatan negara, Tiongkok mulai melancarkan pengentasan kemiskinan yang terorganisasi dan berskala besar di lingkup seluruh negeri. Pada tahun 2013, Tiongkok berhasil menghapuskan 16,5 juta populasi miskin dan pada tahun 2014 dihapuskan lagi populasi miskin 12,32 juta jiwa. Dengan demikian, Tiongkok berturut-turut merampungkan target penghapusan populasi miskin 10 juta jiwa dalam waktu dua tahun.

Berdasarkan data tahun 2014, di pedesaan Tiongkok masih terdapat populasi miskin sebanyak 70,17 juta jiwa. Wakil Direktur Kantor Pengentasan Kemiskinan Dewan Negara Hong Tianyun menyatakan, pemerintah Tiongkok telah mengemukakan target untuk menghapuskan segenap populasi miskin di pedesaan pada tahun 2020. Berkisar pada target tersebut, Tiongkok tengah mendorong pelaksanaan strategi pengentasan dan mengirimkan tim kerja ke sekitar 130 ribu desa miskin, sementara menyediakan berbagai jalur dan platform sementara mengerahkan aksi pengentasan kemiskinan dengan alokasi dana.

Hong Tianyun menyatakan, meski pertumbuhan ekonomi menghadapi tekanan besar tahun ini, Tiongkok tetap berpengharapan untuk merealisasi target penghapusan 10 juga populasi miskin dalam tahun ini.

Kepala Bagian Kerja Sama Internasional Kantor Pengentasan Kemiskinan Dewan Negara Li Chunguang memperkenalkan, Tiongkok merupakan negara berkembang paling awal di dunia yang merealisasi penghapusan separo populasi miskin dalam target pembangunan millennium PBB dan aksi pengentasan kemiskinan Tiongkok telah mendorong direalisasikannya target pembangunan milennium PBB.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040