Jalur kereta api Addis Ababa-Djibouti yang dibangun oleh perusahaan Tiongkok diresmikan pada hari Rabu lalu (5/10).
Upacara peresmian dihadiri Menteri Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok Xiu Shaoshi, selaku Utusan Khusus Presiden Tiongkok Xi Jinping, Perdana Menteri Ethiopia Hailemariam Desalegn dan Presiden Djibouti Omar Guelleh. Xiu Shaoshi di depan upacara menyatakan, diresmikannya jalur kereta api Addis Ababa-Djibouti selain merupakan milestone dalam kerja sama Tiongkok dengan Ethiopia dan Djibouti, juga adalah titik tolak baru kerja sama ketiga pihak.
Ia mengatakan, jalur kereta api itu merupakan proyek masa awal yang penting dalam pelaksanaan 10 rencana kerja sama Tiongkok-Afrika yang diumumkan Presiden Xi Jinping saat Pertemuan Puncak Johanesburg Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika, juga merupakan proyek simbolis kerja sama Tiongkok-Afrika. Proyek ini akan menginjeksikan dinamika kuat ke dalam pembangunan Ethiopia dan Djibouti, juga mempunyai arti penting bagi pendalaman kerja sama strategis Tiongkok dengan Ethiopia dan Djibouti dalam jangka panjang.
Panjang keseluruhan Jalur kereta api Addis Ababa-Djibouti adalah 752,7 kilometer dengan jumlah 45 stasiun, dan dirancang dengan kecepatan 120 kilometer per jam. Total investasi proyek tersebut mencapai 4 miliar dolar Amerika. Ini merupakan jalur kereta api listrik modern pertama yang dibangun perusahaan Tiongkok di Afrika. Perdana Menteri Ethiopia Hailemariam menyatakan keyakinan penuh terhadap jalan kereta api modern yang dibangun Tiongkok itu.
Ia mengatakan, jalan kereta api Addis Ababa-Djibouti merupakan jalur kereta api listrik modern yang pertama di Afrika dan ia akan membantu penyambungan Ethiopia dengan Djibouti dan daerah Afrika Timur. Jalur kereta api modern ini akan membantu restrukturisasi Ethiopia, mempercepat proses industrialisasi, dan menghapuskan kemiskinan, sehingga proses industrialisasi Ethiopia akan mendapatkan manfaat.
Jalur kereta api yang baru membantu peningkatkan efisiensi transportasi dan pengangkutan. Djibouti akan mendapat keuntungan seperti Ethiopia. Presiden Djibouti Omar Guelleh mengatakan, sebelumnya pengangkutan kereta api dari Djibouti ke Addis Ababa, memerlukan waktu sekitar satu minggu. Kini, setelah diresmikannya jalur kereta api listrik yang baru, pengangkutan komoditi maupun penumpang hanya memakan waktu 7 jam. Jalan kereta api itu selain telah memperdekat jarak antara kedua negara, juga telah memperdalam persahabatan antara kedua negara.

















