
Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xie Feng hari Jumat lalu (23/12) menerima kunjungan Delegasi Pers Yunnan di Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia. Ketika diwawancarai wartawan dari Harian Yunnan, Stasiun Radio dan Televisi Yunnan, serta China Radio International, Xie Feng telah berbicara tentang beberapa topik menarik antara Tiongkok dan Indonesia, antara lain hubungan bilateral, kerja sama kedua pihak dalam pembangunan Satu Sabuk Satu Jalan, perdagangan dan kebudayaan.

Xie Feng menyatakan, Tiongkok dan Indonesia adalah tetangga, sahabat, dan mitra baik. Indonesia menghargai usulan Tiongkok tentang pembangunan Jalan Sutra Maritim Abad Ke-21, usulan ini mempunyai banyak titik singgung dengan strategi Indonesia untuk menjadi Poros Maritim Dunia. Sejauh ini, sekelompok mega proyek seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung telah dimulai, ini merupakan proyek simbolis dan keberhasilan awal dalam pembangunan Satu Sabuk Satu Jalan.
Xie Feng menjelaskan, sudah terdapat lebih dari 1000 perusahaan Tiongkok yang berinvestasi di Indonesia. Sektor investasinya tersebar di bidang energi, tenaga listrik, pertanian, manufaktur, telekomunikasi, infrastruktur dan finansial. Indonesia juga secara khusus menyediakan Layanan Izin Investasi untuk menangani urusan investasi Tiongkok di Indonesia.
Menurut Xie Feng, hubungan baik antar masyarakat kedua negara sangat penting dalam pembangunan Satu Sabuk Satu Jalan. Pada 600 tahun yang lalu, Laksamana Cheng Ho berkunjung ke Indonesia dan mendorong komunikasi antara rakyat kedua pihak. Sekarang, Kementerian Pariwisata Indonesia sedang merencanakan rute wisata khusus yang sama dengan Ekspedisi Cheng Ho ke Indonesia pada masa lalu. Xie Feng mengusulkan bahwa Provinsi Yunnan sebagai kampung halaman Cheng Ho dapat menggunakan kesempatan ini untuk memperpanjang rute ini dari Kunming, Ibukota Yunnan ke Kota Nanjing, dan melanjutkan ke negara-negara Asia Tenggara.
Berbicara mengenai keunggulan Yunnan untuk mengembangkan hubungan dengan Indonesia, Xie Feng berpendapat, Yunnan memiliki keunggulan geografis yang berhadapan dengan "Tiga Asia" dan "Dua Samudra", yaitu Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Asia Barat, serta Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Xie Feng mengusulkan bahwa Yunnan dapat mengintensifkan kerja sama dengan Indonesia di bidang investasi, pariwisata, dan komunikasi, lebih lanjut memainkan peranan Ekspo Tiongkok-Asia Selatan sebagai platform perdagangan kedua negara. Sementara itu, kedua pihak diharapkan dapat melakukan kerja sama di bidang pariwisata serta komunikasi tentang keanekaragaman kebudayaan etnis di kedua negara.

















