Tren Bersekolah di Asia Tenggara Semakin Populer di Tiongkok
  2017-01-09 11:16:52  CRI

Terdorong tren melanjutkan studi ke luar negeri, kini semakin banyak orang Tiongkok yang bermimpi bisa sekolah di luar negeri. Ternyata Eropa, Amerika Serikat dan Australia telah menjadi destinasi utama bagi mereka. Akan tetapi, dalam tahun-tahun terakhir ini, beberapa negara di kawasan Asia Tenggara juga telah menarik minat para siswa Tiongkok dan data menunjukkan bahwa jumlah siswa Tiongkok yang melanjutkan sekolah di sana semakin bertambah.

Su Hang adalah salah seorang di antaranya. Su Hang saat ini adalah mahasiswi jurusan finansial tingkat Strata I di Universitas Utara Malaysia (UUM). Ia mengatakan, saat dia baru saja diterima UUM pada tahun 2013, rekannya dari Tiongkok hanya 50-an orang, namun sekarang jumlahnya telah mencapai 400 orang lebih, pertumbuhannya sangat pesat.

Yuan Meng (nama samaran) melanjutkan pendidikan Strata II setelah pendidikan Strata I di Universitas Ahmad Dahlan(UAD) Indonesia. Menurut penjelasan mahasiswi ini, dalam dua tahun terakhir, di UAD terdapat 200-an mahasiswa Tiongkok dan jumlahnya terus meningkat.

Mengenai alasannya untuk melanjutkan sekolah di Malaysia, Su Hang dari UUM menjelaskan salah satu unsur yang menarik dirinya adalah biaya sekolah yang rendah. Biaya pendidikan bagi Su Hang setiap tahun kira-kira 15.000 yuan dan ongkos hidupnya sebesr 35.000 yuan, ternyata cukup rendah jika dibandingkan ongkos sekolah di Inggris atau Amerika Serikat. Menurut Su Hang, bersekolah di Malaysia banyak manfaat, selain biaya sekolah dan hidup yang rendah, ia telah dikaruniai kesempatan untuk mencoba pola pendidikan yang sangat berbeda.

Yuan Meng yang belajar di UAD mengatakan, ongkos sekolah di Indonesia juga lumayan. Misalnya biaya pendidikan untuk Strata I di UAD adalah 8.000 yuan, kalau pendidikan tingkat Strata II adalah 6.500 yuan, yang termasuk cukup rendah di dunia. Selain ongkos pendidikan, Yuan Meng diwajibkan menyetor biaya domisili sementara sebesar 1.800 yuan dan dana akomodasi sebesar 2.100 yuan. Adapun ongkos hidup berbeda-beda menurut level konsumsi setiap individu. Biasanya 800 yuan per bulan sudah cukup memadai untuk belajar di Indonesia.

Alasan lain yang menarik mahasiswa Tiongkok melanjutkan sekolah ke Asia Tenggara adalah pemberian kuliah dalam bahasa Inggris.

Yuan Meng menyatakan, pola pemberian kuliah yang hampir sama dengan Inggris dan AS adalah sebab utama yang mendorong dia belajar ke Indonesia. Ia mengatakan, kuliah tingkat Strata II semuanya diajarkan dalam bahasa Inggris dengan setiap kelas hanya berjumlah beberapa siswa. Di ruang kelas para siswa dianjurkan melakukan diskusi mengenai sejumlah topik yang dipilih. Gurunya pun pandai mengembangkan individualitas setiap siswa. Yuan Meng mengakui sudah beberapa tahun lamanya belajar di Indonesia dan merasa puas atas keputusannya untuk melanjutkan studi ke Indonesia.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040