Web  indonesian.cri.cn  
SAR Belum Temukan 5 Warga Tiongkok Hilang Kontak dalam Kecelakaan Kapal Tenggelam Malaysia
  2017-02-03 10:19:33  CRI

Hingga kini, 5 warga Tiongkok hilang kontak dalam kecelakaan kapal tenggelam di Malaysia belum ditemukan. SAR Malaysia dan Brunei kemarin terus mengadakan pencarian dan pertolongan di perairan seluas 3,9 ribu mil persegi di sekitar Sabah, Serawak dan Brunei, namun belum berhasil ditemukan.

Menteri Transportasi Malaysia, Liow Tiong Lai kemarin menyatakan, kecelakaan kali ini mencerminkan di bidang-bidang tertentu Malaysia benar-benar kurang baik, meskipun pemerintah telah menyusun peraturan dan standar, tetapi lembaga terkait tidak melaksanakan, dia telah menugaskan lembaga transportasi Sabah melancarkan penyelidikan menyeluruh.

Duta Besar Tiongkok untuk Malaysia Huang Huikang Selasa lalu menengok 20 turis Tiongkok yang terselamat dan menyatakan kepada media bahwa Tiongkok menuntut pemerintah Malaysia dan pemerintah Negeri Sabah dengan tuntas menyelidiki sebab kecelakaan dan melaksanakan investigasi terhadap penanggungjawab, dia menuntut lembaga terkait Malaysia harus terus dengan sekuat tenaga melakukan SAR dan sama sekali tidak boleh melepaskan siapapun, hingga korban terakhir ditemukan.

Stop Play
Terpopuler
• AS Akan Terus Perkuat Persekutuan AS-Jepang
• Kemenlu Tiongkok Gelar Jumpa Pers Tentang Forum Satu Sabuk Satu Jalan
• Kegiatan Peliputan Bersama Tiongkok-ASEAN dalam Kerangka Jalur Sutra Maritim Abad Ke-21 Digelar di Changsha
• Ancaman Baru yang dihadapi Rusia Setelah Ledakan Bom di Kereta Bawah Tanah St. Petersburg
• Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Masuki Tahap Implementasi Penuh
• Kunjungan Wakil PM Wang Yang ke Filipina Capai Hasil
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040