Xi Jinping Hadiri Temu Wicara Etnis Minoritas KRN dan MPPR
  2017-03-12 14:58:03  CRI

Temu Wicara wakil etnis minoritas Kongres Rakyat Nasional (KRN) dan anggota etnis minoritas Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat Tiongkok (MPPR) yang sedang menghadiri sidang ke-5 KRN ke-12 dan MPPR ke-12 kemarin (11/3) malam digelar di Beijing, dengan dihadiri dengan pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan negara antara lain Xi Jinping, Li Keqiang, Zhang Dejiang, Yu Zhengsheng, Liu Yunshan, Wang Qishan dan Zhang Gaoli. Temu wicara itu diselenggarakan bersama oleh Departemen Front Persatuan Sentral PKT, Komisi Etnis KRN, Komisi Urusan Etnis Nasional, Komisi Etnis dan Agama MPPR. Di depan temu wicara itu, pemimpin PKT dan Tiongkok beserta para wakil etnis minoritas KRN dan MPPR bersama-sama merayakan pembukaan sukses sidang KRN dan MPPR, menggambarkan prospek bangsa Tionghoa yang cerah pada masa depan.

Mulai dari Kongres Nasional ke-18 PKT, komite sentral PKT dengan Xi Jinping sebagai intinya sangat mementingkan pekerjaan etnis dan menaruh perhatian besar pada perkembangan daerah etnis minoritas. Sekjen PKT Xi Jinping beberapa kali mendatangi daerah-daerah etnis minoritas untuk menginspeksi kehidupan rakyat etnis minoritas, dan melakukan pengaturan menyeluruh pada pekerjaan etnis minoritas. Di bawah pimpinan komite sentral PKT, dengan menggunakan peluang, memperdalam reformasi, mendorong inovasi, menghadapi tantangan, daerah-daerah etnis minoritas Tiongkok telah mencapai prestasi luar biasa.

Tepat pada waktu 19:45 kemarin malam, Presiden Xi Jinping dan pemimpin-pemimpin PKT dan negara memasuki ruangan temu wicara, berjabat tangan dan menyampaikan salam kepada para wakil etnis minoritas KRN dan MPPR yang mengenakan pakaian tradisional masing-masing etnisnya.

Kepada Sekjen PKT Xi Jinping, seorang wakil KRN etnis Tibet dari kota Lhasa mengatakan, dulu kampungnya sangat miskin, tapi sekarang, biaya sekolah anak-anak sudah dibebaskan, berobat tidak usah pergi jauh-jauh lagi, jaminan lanjut usia juga mantap, fasilitas perumahan di kampungnya tidak kalah dengan kota, warga sana sangat gembira karena bisa menikmati kehidupan yang bahagia. Xi Jinping senang sekali setelah mendapat informasi tersebut dan minta menyampaikan titipan salam kepada warga sana, semoga kehidupan mereka bisa semakin bahagia dan makmur.

Usai temu wicara itu, pertunjukan menarik yang berciri khas etnis minoritas dipentaskan kepada para hadirin.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040