Web  indonesian.cri.cn  
Inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan di Mata Cendekiawan Singapura
  2017-05-03 14:07:53  CRI

Inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan telah mendapatkan respon yang antusias dari sejumlah negara sejak diajukan pemimpin Tiongkok pada 2013. Huang Jing, seorang Profesor dari Lee Kuan Yew School of Public Policy berpendapat, dalam proses pelaksanaan inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan, perusahaan yang terlibat harus memainkan peranan dominan. Tugas penting saat ini adalah menerangkan makna inisiatif tersebut kepada seluruh dunia.

Profesor Huang menyatakan, inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan bukan rencana bantuan luar negeri besar-besaran Tiongkok, melainkan rencana pembangunan ekonomi saling menguntungkan yang dioperasikan berdasarkan aturan ekonomi pasar.

Profesor Huang menjelaskan, Satu Sabuk Satu Jalan adalah sebuah inisiatif negara dan dilaksanakan oleh perusahaan di bawah arahan negara. Oleh karena itu, pelaksanaannya tidak bergantung pada negara, namun dilakukan oleh perusahaan. Negara hanya memberikan jaminan tertentu. Dengan kata lain, perusahaan adalah kekuatan dominan dalam proses ini. Inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan bukan proyek antar negara, melainkan proyek kerja sama yang dilakukan perusahaan Tiongkok dan perusahaan negara lain. Satu Sabuk Satu Jalan berorientasi pada proyek dan bukan berorientasi pada politik, artinya hanya proyek-proyek yang mendatangkan laba yang akan dikerjakan oleh perusahaan.

Stop Play
Terpopuler
• Zhang Dejiang Temui Wirato dan Darmin
• Dialog Ekonomi Tingkat Tinggi Tiongkok-Indonesia Digelar di Beijing
• Pertemuan ke-11 Organisasi Persahabatan Non Pemerintah Tiongkok-ASEAN Luluskan Deklarasi Siem Reap
• Perayaan HUT 50 Tahun ASEAN Digelar di Manila
• Daerah Otonom Mongolia Dalam Rayakan HUT ke-70
• Kepala Ekonom IMF: Tiongkok Akan Terus Menjadi Pendorong Utama bagi Pertumbuhan Ekonomi Dunia
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040