Web  indonesian.cri.cn  
Strategi Negara Perkasa Buatan Tiongkok Capai Kemajuan
  2017-05-25 10:59:55  CRI
Mulai dari tahun 2015, Tiongkok secara menyeluruh mendorong pelaksanaan program aksi dekade strategi negara kuat manufaktur dan ini disebut "Buatan Tiongkok 2025". Diinformasikan dari briefing pers Kantor Penerangan Dewan Negara kemarin (24/5), selama lebih dari dua tahun ini, "Buatan Tiongkok 2025" terus didorong maju dan mencapai hasil positif di bidang-bidang manufaktur cerdas, inovasi perlengkapan canggih dan lain sebagainya. Selain itu, strategi tersebut juga menarik cukup banyak perusahaan modal asing berpartisipasi dalam pembangunan.

Dalam dua tahun yang lalu, berbagai pekerjaan "Buatan Tiongkok 2025" mencapai kemajuan positif dan telah memainkan peranan penting dalam menstabilkan pertumbuhan industry dan mempercepat transformasi dan eskalasi industry manufaktur.

Data menunjukkan, sejak dilaksanakannya, hasil guna produksi di 109 tempat uji-coba buatan cerdas di seluruh negeri rata-rata naik 38 persen, hasil guna energy naik 9,5 persen, sementara ongkos operasinya menurun 21 persen.

Perlengkapan penerbangan dan antariksa, perlengkapan proyek maritim, perlengkapan lalu lintas rel yang maju serta perlengkapan tenaga listrik merupakan bidang titik berat yang ditegaskan dalam Buatan Tiongkok 2025.

Kementerian Perindustrian dan Informatika Tiongkok menyatakan, strategi "Buatan Tiongkok 2025" juga sesuai bagi perusahaan modal asing dan mereka disambut untuk berpartisipasi dalam pembangunan negara perkasa Buatan Tiongkok. Menurut penjelasan, selama dua tahun ini, para pengusaha asing telah ikut serta dalam proyek-proyek antara lain buatan canggih, buatan warna hijau, buatan cerdas serta desain dan inovasi, konsultasi proyek, logistika modern dan sertifikasi pengujian dan pemeriksaan.

Stop Play
Terpopuler
• Konferensi Bangkok BFA Fokuskan Kerjasama Regional Asia
• Konferensi Bangkok BFA Dibuka
• Jubir Kemenlu Tiongkok: "Pertanggungjawaban Tiongkok" dalam Masalah Nuklir Semenanjung Korea dapat Berhenti
• Menlu AS dan Arab Saudi Akan Bahas Krisis Diplomatik Qatar
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan Dengan Kanselir Jerman
• Warga Hong Kong Puas Terhadap Pembangunan Hong Kong Selama 20 Tahun Terakhir
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040