Yang Jiechi Temui Menlu Jepang
  2017-05-31 09:03:11  Kantor Berita Xinhua

Anggota Dewan Negara Tiongkok Yang Jiechi kemarin (30/5) di Tokyo menemui Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kisida.

Yang Jiechi dalam pertemuan menegaskan, persoalan sensitif dalam hubungan kedua negara harus ditangani secara layak, dalam rangka merealisasi kestabilan dan perbaikan. Pihak Jepang perlu mengambil sikap tulus dan kredibilitas, secara ketat menuruti semangat kesepahaman atas empat dokumen politik dan empat prinsip, secara hati-hati dan layak menangani masalah sejarah dan masalah Taiwan serta masalah prinsip penting yang berkaitan dengan dasar politik hubungan kedua negara, memelihara dasar politik hubungan kedua negara. Yang Jiechi mengharapkan kedua pihak dapat meningkatkan dialog dan mengontrol perselisihan dengan menuruti semangat kesepahaman atas empat prinsip, bersama-sama memelihara perdamaian dan kestabilan di Laut Tiongkok Timur.

Sementara itu, Fumio Kisida menyatakan, tahun ini adalah genap 45 tahun normalisasi hubungan diplomatik kedua negara dan tahun depan adalah genap 40 tahun penandatanganan perjanjian perdamaian dan persahabatan antara kedua negara, maka menyediakan peluang penting untuk perkembangan hubungan kedua negara. Pihak Jepang bersedia berupaya bersama dengan pihak Tiongkok untuk memperluas aspek positif dalam hubungan kedua negara. Pihak Jepang bersedia meningkatkan kontak dan dialog dalam berbagai lapisan antara kedua negara, berupaya meningkatkan saling percaya pada aspek politik, memperdalam kerja sama pragmatis dan mendorong kontak antara masyarakat.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Sampaikan Laporan di Depan Kongres Nasional ke-19 PKT
• Kongres Nasional ke-19 PKT Dibuka, Xi Jinping Minta PKT Memulai Perjuangan Membangun Negara Sosialis Modern
• Tiongkok Masuki Era Baru
• Bahasa Mandarin Jadi Bahasa Asing Kelima Prancis
• Korsel dan AS Akan Revisi Persetujuan Perdagangan Bebas Antara Kedua Negara
• Industri Mebel Tiongkok Tampil di Indonesia
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040