Web  indonesian.cri.cn  
Menlu AS dan Arab Saudi Akan Bahas Krisis Diplomatik Qatar
  2017-07-12 12:43:08  Kantor Berita Xinhua

Qatar dan AS menandatangani memorandum kesepakatan tentang Combating the Financing of Terrorism (CFT) atau perang terhadap pendanaan terorisme di Doha, Qatar pada hari Selasa kemarin (11/7). Sementara itu, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir dalam sebuah pernyataan bersama kemarin mengatakan akan mengawasi pelaksanaan memorandum kesepakatan tersebut oleh Qatar, dan sanksinya terhadap Qatar akan dilanjutkan. Pernyataan empat negara mengatakan, dalam tiga tahun terakhir, Qatar gagal melaksanakan Perjanjian Riyadh dan Perjanjian Riyadh Tambahan, dan justru terus mendukung kegiatan teror dan mengintervensi urusan dalam negeri negara lain. Oleh karena itu, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir mengajukan 13 butir tuntutan sebagai kondisi penyelesaian krisis diplomatik dengan Qatar.

Sementara itu, Kementrian Luar Negeri Mesir dalam sebuah pernyataannya mengatakan, para menteri luar negeri Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain akan mengadakan pertemuan dengan Menlu AS Rex Tillerson pada hari ini untuk membahas krisis diplomatik dengan Qatar serta masalah antiterorisme. Dalam pertemuan tersebut, mereka akan mengutamakan pembahasan terkait pemberantasan terorisme dan penanganan hubungan dengan Qatar.

Stop Play
Terpopuler
• Konferensi Bangkok BFA Fokuskan Kerjasama Regional Asia
• Konferensi Bangkok BFA Dibuka
• Jubir Kemenlu Tiongkok: "Pertanggungjawaban Tiongkok" dalam Masalah Nuklir Semenanjung Korea dapat Berhenti
• Menlu AS dan Arab Saudi Akan Bahas Krisis Diplomatik Qatar
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan Dengan Kanselir Jerman
• Warga Hong Kong Puas Terhadap Pembangunan Hong Kong Selama 20 Tahun Terakhir
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040