Web  indonesian.cri.cn  
Konferensi Bangkok BFA Fokuskan Kerjasama Regional Asia
  2017-07-12 13:14:56  Kantor Berita Xinhua

Konferensi Bangkok Forum Asia Bo'ao (BFA) yang bertemakan "Kerja Sama Kawasan Asia: Tantangan Baru dan Gagasan Baru" digelar di Bangkok kemarin (11/7). Tujuannya adalah untuk membahas upaya memperdalam kerja sama ekonomi regional, dan mendorong perkembangan ekonomi demi mendorong proses pengintegrasian ekonomi Asia. Wakil Ketua BFA Zeng Peiyan menyampaikan pidatonya. Sekitar 400 lebih wakil dari 13 negara dan daerah yang diantaranya adalah Tiongkok, Thailand, Singapura, Malaysia, Indonesia, Kamboja, dan Myanmar telah menghadiri konferensi kali ini.

Sebelum dibukanya konferensi tersebut, Sekjen BFA Zhou Wenzhong menjelaskan tema konferensi kepada para hadirin. Dia berpendapat, pentingnya kerja sama regional Asia semakin menonjol dalam situasi "Anti Globalisasi" saat ini.

Dikatakannya, bahwa tantangan baru sudah muncul, karena proteksionisme perdagangan cenderung meningkat. Menghadapi lingkungan semacam ini, bagaimana tanggapan negara-negara Asia khususnya di kawasan Asia Tenggara? Hal ini adalah masalah yang sedang dipikirkan oleh setiap negara. Maka kami mengundang para pejabat pemerintah dan cendekiawan berkumpul untuk menemukan gagasan baru dan metode baru dalam menghadapi tantangan.

Wakil Ketua BFA Zeng Peiyan dalam pidatonya di depan upacara pembukaan mengatakan, sejak tahun 2016, muncul sejumlah besar kata baru seperti "Deglobalisasi", "Anti Perdagangan Bebas", namun sebagai tren sejarah, globalisasi ekonomi tidak akan berubah atau berakhir.

Stop Play
Terpopuler
• Konferensi Bangkok BFA Fokuskan Kerjasama Regional Asia
• Konferensi Bangkok BFA Dibuka
• Jubir Kemenlu Tiongkok: "Pertanggungjawaban Tiongkok" dalam Masalah Nuklir Semenanjung Korea dapat Berhenti
• Menlu AS dan Arab Saudi Akan Bahas Krisis Diplomatik Qatar
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan Dengan Kanselir Jerman
• Warga Hong Kong Puas Terhadap Pembangunan Hong Kong Selama 20 Tahun Terakhir
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040