Kemlu Tiongkok Kemukakan Pendirian tentang Peristiwa Lintas Perbatasan Tentara India
  2017-08-03 12:15:11  CRI

Kementerian Luar Negeri Tiongkok kemarin (2/8) kemukakan dokumen "Fakta Pasukan Penjaga Perbatasan India Melintasi Perbatasan Tiongkok-India Ruas Sikkim dan Memasuki Wilayah Tiongkok serta Pendirian Tiongkok", dan sekali lagi mendesak pemerintah India untuk menaati perjanjian tahun 1890 dan perbatasan yang telah ditetapkan oleh Tiongkok dan India, menghormati kedaulatan wilayah Tiongkok, dengan segera menarik mundur pasukan penjaga perbatasan ke garis perbatasan dalam India, segera menyelesaikan peristiwa kali ini serta memulihkan perdamaian dan ketentraman daerah perbatasan kedua negara.

Dokumen menyatakan, sejak terjadinya peristiwa tersebut, India mencari berbagai alasan untuk membela perbuatan ilegalnya dan pernyataan tersebut sama sekali tak berdasar pada kenyataan dan hukum, sama sekali tak benar. Sejak terjadinya peristiwa itu, Tiongkok berniat baik dengan semaksimal mungkin terus menahan diri dan berupaya menyelesaikan peristiwa itu melaui pendekatan diplomatik dan komunikasi dengan India, namun negara manapun tak seharusnya meremehkan ketekadan pemerintah dan rakyat Tiongkok dalam membela kedaulatan wilayah. Tiongkok akan mengambil segala langkah yang diperlukan untuk memelihara hak dan kepentingannya yang sah. Peristiwa tersebut terjadi di dalam Tiongkok di sebelah garis perbatasan yang telah ditetapkan, dan India seharusnya dengan tanpa syarat segera menarik mundur pasukan penjaga perbatasannya ke garis perbatasan dalam India. Inilah premis dan dasar penyelesaian peristiwa kali ini.

Segera menyelesaikan peristiwa kali ini serta memulihkan perdamaian dan ketentraman daerah perbatasan kedua negara adalah hal yang sesuai dengan kepentingan fundamental kedua negara dan juga harapan bersama negara-negara kawasan ini dan masyarakat internasional.

Stop Play
Terpopuler
• KTT ASEAN dan Pertemuan Pemimpin Asia Timur Ditutup
• PM Tiongkok Hadiri KTT Asia Timur ke-12
• Xi Jinping Sampaikan Laporan di Depan Kongres Nasional ke-19 PKT
• Kongres Nasional ke-19 PKT Dibuka, Xi Jinping Minta PKT Memulai Perjuangan Membangun Negara Sosialis Modern
• Tiongkok Masuki Era Baru
• Bahasa Mandarin Jadi Bahasa Asing Kelima Prancis
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040