Web  indonesian.cri.cn  
Dialog Negara Emerging Market dan Negara Berkembang Canangkan Pola Kerja Sama "BRICS Plus"
  2017-09-06 10:39:39  Kantor Berita Xinhua

Dialog antara negara-negara Emerging Market dan negara-negara berkembang (Dialogue of Emerging Markets and Developing Countries) digelar di Pusat Konvensi Internasional, Xiamen pada kemarin pagi (5/9). Selain dihadiri para pemimpin dari lima negara BRICS, dialog juga diikuti pemimpin dari sepuluh negara berkembang lainnya, termasuk Mesir, Meksiko, Tajikistan, Guinea dan Thailand.

Xi Jinping dalam pidatonya menyatakan, sejak memasuki abad yang baru, negara-negara Emerging Market dan negara-negara berkembang telah mengalami perkembangan pesat dan fenomena tersebut merupakan arus zaman yang ireversibel.

Xi Jinping mengatakan: "Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat kontribusi negara-negara tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi dunia selalu berada di posisi tinggi. Misalnya tingkat kontribusinya sepanjang 2016 adalah 80 persen, maka pantas disebut sebagai motor penggerak utama. Negara-negara Emerging Market dan berkembang kini menyambut peluang emas yang didatangkan dari pembangunan, sementara itu mereka juga menghadapi iklim eksternal yang kompleks. Di tengah situasi baru ini, negara-negara Emerging Maret dan berkembang perlu bersatu padu dan saling membantu, membulatkan tekadnya untuk menciptakan iklim perkembangan yang kondusif guna mewujudkan perkembangan yang lebih besar dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi dunia.

Xi Jinping menyatakan, negara-negara Emerging Market dan berkembang hendaknya meningkatkan persatuan dan kerja sama, bersama-sama membina ekonomi dunia yang terbuka, melaksanakan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, menggenggam peluang historis yang lahir dari restrukturisasi ekonomi dunia dan bersama-sama membangun hubungan kemitraan yang luas.

Mengenai langkah-langkah konkret yang akan diambil Tiongkok, Xi Jinping menjelaskan: "Tiongkok memandang penting Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan untuk itu telah menyusun konsep pelaksanaannya, termasuk pembentukan zona percontohan baru untuk mendukung perkembangan berkelanjutan dan inovasi, sehingga telah melahirkan sejumlah hasil awal di bidang ekonomi, sosial dan pelestarian lingkungan. Tiongkok akan memanfaatkan berbagai platform, termasuk yayasan bantuan kerja sama Selatan-Selatan, Yayasan Perdamaian dan Pembangunan Tiongkok untuk PBB, serta Yayasan Kerja Sama Selatan-Selatan untuk Perubahan Iklim, guna membantu negara-negara berkembang lainnya untuk melaksanakan agenda pembangunan PBB.

Xi Jinping menyatakan, Tiongkok akan menyediakan dana sebesar US$ 500 juta bagi yayasan bantuan kerja sama Selatan-Selatan untuk membantu negara-negara berkembang menghadapi berbagai tantangan, antara lain, masalah kelaparan, pengungsi, perubahan iklim dan kesehatan publik. Tiongkok juga akan memanfaatkan wadah-wadah yang sudah ada untuk meningkatkan kerja sama dengan berbagai negara, termasuk pertukaran pengalaman pembangunan dan kerja sama pengembangan kapasitas. Di samping itu, Tiongkok juga akan menyediakan pelatihan kepada 40 ribu personel dari negara-negara berkembang dalam satu tahun mendatang.

Stop Play
Terpopuler
• Korban Tewas Gempa di Meksiko Naik Jadi 120 Orang
• Li Keqiang dan PM Singapura Gelar Pembicaraan
• Tiongkok Puji Perjanjian Nuklir Iran sebagai Teladan bagi Penyelesaian Isu Panas Dunia Internasional
• Xi Jinping Sampaikan Surat Selamat kepada Ekspo Tiongkok-Negara Arab 2017
• RRT-Malaysia Jalin Kerja Sama Sertifikasi Halal
• Dialog Negara Emerging Market dan Negara Berkembang Canangkan Pola Kerja Sama "BRICS Plus"
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040