Konferensi Menlu Asia-Eropa Tentukan Arah Kerja Masa Depan
  2017-11-22 13:12:39  CRI
Konferensi Menteri Luar Negeri ASEM (ASEM Foreign Ministers' Meeting) ke-13 kemarin (21/11) ditutup di Naypidaw, ibukota Myanmar. ASEM kali ini menentukan arah pekerjaan masa depan pada pendorongan interkoneksi Asia-Eropa, melalui peningkatan interkoneksi antar dua kawasan untuk mendorong perkembangan yang berkelanjutan.

Tahun ini adalah awal dasawarsa ketiga ASEM. Tahun lalu, KTT Asia-Eropa yang diselenggarakan dalam perayaan genap 20 tahun ASEM telah menegaskan kembali akan mengarusutamakan interkoneksi, mendorong konektivitas komprehensif antar negara-negara anggota untuk meletakkan dasar topik konferensi tahun ini.

Dalam konferensi selama 2 hari ini, 500 wakil dalam 54 delegasi dari 51 negara anggota, Sekretariat ASEM, UE dan Yayasan Asia-Eropa membahas topik-topik yang menarik perhatian masyarakat, antara lain, pembangunan berkelanjutan, keamanan dan kestabilan kawasan, pencegahan dan pemberantasan terorisme dan kekuatan ekstrimisme, penjualan narkoba, imigran, perikanan ilegal, perlucutan senjata, keamanan internet serta senjata non-proliferasi. Selain itu, situasi Provinsi Rakhine Myanmar Utara juga menjadi fokus perhatian para peserta konferensi.

Konferensi kemarin juga mengeluarkan pernyataan ketua, yang meliputi hubungan kerja sama, perdamaian, pembangunan berkelanjutan dan masa depan ASEM.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040