Abaikan Peraturan WTO,AS Tolak Akui Status Ekonomi Pasar Tiongkok
  2017-12-04 13:16:58  CRI
Uni Eropa menggunakan pendekatan 'negara pengganti' dalam rangkaian investigasi anti-dumping terhadap Tiongkok. Terkait hal ini, pada akhir tahun lalu, Tiongkok mengajukan gugatan kepada mekanisme penyelesaian sengketa WTO. Namun, setelah satu tahun berlalu, kini AS sebagai pihak ketiga dalam kasus tersebut malah menyatakan tidak mengakui 'status ekonomi pasar' Tiongkok. AS secara paksa memisahkan kaitan antara masalah 'negara pengganti' dengan masalah 'status ekonomi pasar', tujuannya ialah mencari-cari alasan untuk aksi proteksionismenya, juga bermaksud mengaburkan fakta.

Dalam kasus gugatan Tiongkok terhadap Uni Eropa tersebut, pendekatan 'negara pengganti' merupakan peraturan perdagangan multilateral yang tidak lagi berlaku, sementara itu konsep 'negara tanpa status ekonomi pasar' juga tidak dijumpai dalam peraturan WTO. AS mencampur-aduk pendekatan 'negara pengganti' dengan 'status ekonomi pasar' untuk membingungkan publik, jelas sekali terdapat maksud tersembunyi di baliknya.

Pejabat urusan ekonomi dari Konferensi PBB mengenai Perdagangan Dan Pembangunan, Liang Guoyong menyatakan bahwa kasus tersebut berkaitan dengan kasus pendekatan 'negara pengganti', bukan merupakan masalah 'status ekonomi pasar'. Masalah 'negara pengganti' adalah masalah dalam peraturan perdagangan multilateral, sedangkan masalah 'status ekonomi pasar' dapat dipahami sebagai sebuah masalah hukum dalam negeri. Sebagian negara industri mencampur-aduk dua masalah ini, membantah status ekonomi pasar Tiongkok berdasarkan hukum domestiknya, dan menggunakan pendekatan 'negara pengganti' dalam perdagangan multilateral. Hal ini bertentangan dengan peraturan perdagangan multilateral, juga melanggar komitmen internasionalnya.

Menurut pernyataan jubir Kemlu Tiongkok, konsep 'negara tanpa status ekonomi pasar' yang disebut-sebut itu tidak dijumpai dalam peraturan multilateral WTO, melainkan hanya dapat dijumpai di dalam beberapa negara anggota WTO selama zaman Perang Dingin.

Sejak diberlakukannya kebijakan Reformasi dan Keterbukaan, Tiongkok telah membentuk mekanisme ekonomi pasar sosialisme yang terus disempurnakan, hal ini telah memperoleh pengakuan luas masyarakat internasional. Tindakan negara-negara industri di Eropa dan AS yang membantah status ekonomi pasar Tiongkok merupakan pelanggaran terhadap peraturan perdagangan multilateral.

Stop Play
Terpopuler
• Hari Berkabung Nasional, Tiongkok Peringati Korban Pembantaian Massal Nanjing
• Tiongkok Usulkan Pelucutan dan Non-Proliferasi Senjata Kimia secara Seimbang
• Li Keqiang Hadiri Peringatan Genap 5 Tahun Kerja Sama 16+1
• Pertemuan Tingkat Tinggi Ketiga Hubungan Antarmasyarakat Tiongkok-Indonesia Digelar
• KTT ASEAN dan Pertemuan Pemimpin Asia Timur Ditutup
• PM Tiongkok Hadiri KTT Asia Timur ke-12
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040