Sidang Komite Tetap KRN Tiongkok Bahas Amandemen Konstitusi
  2018-01-30 12:53:57  CRI

XINHUA: Sidang ke-32 Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (KRN) Tiongkok angkatan ke-12 dibuka di Balai Agung Rakyat di Beijing, pada Senin pagi (29/1), dengan dipimpin oleh Ketua Dewan Nasional KRN Zhang Dejiang. Anggota Politbiro Komite Sentral PKT selaku Wakil Kepala Tim Amendemen UUD, Li Zhanshu dipercayakan oleh Komite Sentral PKT untuk menyampaikan penjelasan tentang usulan pengamandemenan sejumlah isi Konstitusi.

Li Zhanshu dalam penjelasannya menunjukkan, Konstitusi adalah undang-undang dasar negara dan peraturan umum pemerintahan negara, sekaligus merupakan manifestasi kolektif dari harapan partai dan rakyat. Konstitusi yang berlaku di Tiongkok sekarang ini diluluskan dalam sidang pleno ke-5 KRN angkatan ke-5 pada tanggal 4 Desember 1982 berdasarkan kebijakan dan pedoman yang ditetapkan sidang pleno ke-3 Kongres Nasional ke-11 PKT. Praktek selama lebih dari 30 tahun ini sepenuhnya menunjukkan bahwa Konstitusi Tiongkok sesuai dengan keadaan negara, sesuai dengan kenyataan dan sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman, maka harus dipertahankan dalam jangka panjang dan diimplementasi secara menyeluruh.

Li Zhanshu mengatakan, Konstitusi akan mempunyai tenaga hidup yang kekal jika terus beradaptasi dengan situasi baru, menyerap pengalaman baru, mengupayakan hasil yang baru dan menetapkan standar baru. Melalui amandemen sebanyak empat kali, Konstitusi Tiongkok secara ketat mengikuti langkah perkembangan zaman dalam praktek sosialis yang berciri khas Tiongkok, secara kuat mendorong dan menjamin perkembangan usaha partai dan negara, dan terus meningkatkan pembangunan tata hukum sosialis Tiongkok.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
• Xi Jinping: Hijaukan Bumi Tanah Air
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040