Peluang dan Sistem Pendidikan Lanjutan di Tiongkok
  2018-04-09 10:51:55  CRI

Memasuki awal bulan April tahun ini, KBRI Beijing menerima kunjungan SMA Negeri 1 Gantung yang berasal dari Kabupaten Belitung Timur, asal para bintang Laskar Pelangi. Dalam audiensi, KBRI Beijing diwakili oleh Koordinator Fungsi Sosial dan Budaya, dijelaskan bahwa saat ini terdapat lebih dari 13.000 mahasiswa Indonesia yang melakukan studi lanjutan di Tiongkok baik dengan pembiayaan pribadi maupun dengan fasilitas beasiswa, baik jenjang studi S1, S2, maupun S3. Jumlah tersebut menunjukkan kepercayaan para mahasiswa Indonesia akan kualitas berbagai universitas di Tiongkok dengan biaya kuliah dan biaya hidup yang cukup terjangkau dengan lingkungan yang kondusif dan aman untuk berkuliah.

Tiongkok memiliki berbagai prospek dan peluang yang besar dengan sistem pendidikan yang disesuaikan bagi mahasiswa yang berasal dari negara asing untuk melanjutkan pendidikan di negara Tirai Bambu ini. Tiongkok yang memiliki lebih dari 2.000 universitas yang tersebar di seluruh negara tersebut juga memiliki universitas unggulan dengan ranking dunia antara lain Tsinghua University dan Peking University yang menjadi almamater beberapa pemimpin tinggi Tiongkok seperti Presiden Xi Jinping, mantan Presiden Hu Jintao, dan mantan PM Zhu Rongji.

Pendaftaran universitas Tiongkok bagi calon mahasiswa asing terbilang cukup mudah dengan menghubungi langsung pihak sekolah dengan informasi yang tersedia secara online melalui website terkait ataupun melalui Kedutaan Besar RRT dan Konsulat Jenderal RRT di Indonesia. Selain beasiswa Pemerintah Indonesia, Pemerintah Tiongkok juga menawarkan berbagai skema beasiswa yang dapat diakses melalui portal csc.edu.cn yang dikelolah oleh lembaga beasiswa Pemerintah Tiongkok, China Scholarship Council, yang dibuka pada periode Januari - Maret setiap tahunnya.

Selain aktif dalam perkuliahan, mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Tiongkok rutin mempromosikan Indonesia melalui berbagai program festival internasional di kampus masing-masing serta aktif dalam program-program terkait yang dicanangkan oleh Kedutaan Besar RI di Beijing.

Menutup audiensi, KBRI Beijing menegaskan bahwa pelaksanaan sistem pembelajaran pada universitas-universitas di Tiongkok tidak pernah dilakukan dengan memberikan pembelajaran mengenai ideologi tertentu kepada mahasiswa asing. Mayoritas mahasiswa asing di Tiongkok antara lain berasal dari Korea Selatan dan Amerika Serikat yang notabene merupakan negara demokrasi, serta Pakistan yang adalah negara Islam.

Stop Play
Terpopuler
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
• Xi Jinping: Hijaukan Bumi Tanah Air
• Presiden Tiongkok Kirim Kawat Ucapan Selamat kepada Presiden Terpilih Mesir
• Xi Jinping Menerima Surat Kepercayaan Dubes Baru Enam Negara
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040