Lee Hsien Loong: Interkoneksi Jasa Finansial Telah Menjadi Bidang Prioritas Kerja Sama Bilateral Singapura-Tiongkok
  2018-04-13 12:58:17  CRI

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dalam Forum 'Asian Insights' DBS Bank (China) 2018 di Shanghai, Tiongkok kemarin (12/04) menyatakan, konektivitas jasa finansial telah menjadi sebuah bidang prioritas dalam hubungan kerja sama bilateral Singapura-Tiongkok, Singapura secara kuat mendukung internasionalisasi mata uang RMB, dan sejumlah proyek kerja sama bilateral dan regional yang dipromosikan bersama-sama oleh Singapura dan Tiongkok akan menyediakan lebih banyak kesempatan kepada perusahaan kedua negara dan kawasan Asia.

Setelah mengenang kembali hubungan erat kedua negara yang lama, Lee Lee Hsien Loong mengatakan, kini perusahaan-perusahaan Singapura tersebar hampir di seluruh propinsi dan kota di Tiongkok. Tiongkok sekarang telah menjadi mitra dagang terbesar sekaligus negara sumber wisatawan terbesar bagi Singapura, sementara itu, Singapura juga menjadi sumber investasi asing terbesar bagi Tiongkok dan juga merupakan salah satu pusat kliring RMB lepas pantai yang terbesar.

Lee Hsien Loong menyatakan, sebagai pusat finansial internasional, Singapura dapat menyediakan rancangan khusus dan jaminan kepada proyek pembangunan infrastruktur 'Satu Sabuk Satu Jalan', serta menyokong pendanaan terhadap negara pihak ketiga di sepanjang 'Satu Sabuk Satu Jalan'. Bank modal Tiongkok di Singapura telah berkomitmen menyediakan dukungan dana senilai 100 miliar dolar Singapura kepada perusahaan Singapura dan Tiongkok yang berpartisipasi dalam proyek 'Satu Sabuk Satu Jalan'.

Lee Hsien Loong menekankan bahwa Singapura akan secara kuat mendukung internasionalisasi RMB.

Menurut Lee Hsien Loong, kerja sama pemerintah kedua negara saat ini terdiri dari tiga bidang utama. Pertama, mendorong pembangunan Taman Industri; kedua, bersama-sama membangun Kota Ekologi Tianjin; dan ketiga, proyek percontohan konektivitas Chongqing.

Stop Play
Terpopuler
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
• Xi Jinping: Hijaukan Bumi Tanah Air
• Presiden Tiongkok Kirim Kawat Ucapan Selamat kepada Presiden Terpilih Mesir
• Xi Jinping Menerima Surat Kepercayaan Dubes Baru Enam Negara
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040