Perdana Menteri Tiongkok, Li Keqiang mengadakan pembicaraan dengan Presiden Indonesia, Joko Widodo di Jakarta pada hari Senin lalu (7/5). Presiden Joko Widodo di depan jumpa pers menyatakan, pembicaraan itu "sangat berhasil". Dinyatakannya pula bahwa kerja sama antara kedua pihak di berbagai bidang terus diperdalam, dan telah mewujudkan kemenangan bersama. Wakil Presiden Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla menyatakan, hubungan Indonesia-Tiongkok kini sedang berada pada periode paling baik. Dilihat dari pernyataan bersama yang dikeluarkan pemerintah kedua negara, kerja sama kedua negara mempunyai potensi yang besar dan akan menjadi semakin luas.
Kedua pihak sepakat untuk terus memperdalam penyinergian Inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan dengan gagasan Poros Maritim Dunia Indonesia, meningkatkan kerja sama kapasitas; sekaligus mendorong dan menyambut investasi perusahaan Tiongkok ke Indonesia. Indonesia memiliki masalah infrastruktur yang tertinggal, kapasitas produksi yang kurang mencukupi dan investasi dalam negeri yang lemah, sedangkan perusahaan Tiongkok memiliki keunggulan di bidang dana dan teknologi serta kapasitas produksi yang bermutu tinggi, sehingga kedua pihak dapat saling melengkapi.
Tidak hanya itu saja, Tiongkok bahkan membawa teknologi tercanggih dan ide pembangunannya kepada Indonesia, seperti proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang merupakan proyek simbol kerja sama kedua negara. Perdana Menteri Tiongkok, Li Keqiang dalam kunjungannya kali ini menyatakan, Tiongkok akan mendorong kerja sama Koridor Ekonomi Komprehensif Regional Indonesia, dan bersedia membantu Indonesia untuk memperbaiki infrastruktur dan mengembangkan ekonomi daerah.
Tiongkok dan Indonesia juga menyatakan akan berupaya bersama untuk meningkatkan skala perdagangan bilateral ke tahap yang baru. Defisit Indonesia terhadap Tiongkok pada tahun lalu menurun sebanyak 42 % dibandingkan tahun 2016, dan perdagangan bilateral pada triwulan pertama tahun ini pada dasarnya seimbang. Kedua pihak setuju untuk mengembangkan perdagangan elektronik transnasional dan membangun jembatan demi kerja sama antar UKM kedua negara. Kini, perusahaan internet Tiongkok seperti Alibaba, Tencent dan JD telah memasuki pasar Indonesia. Tiongkok dan Indonesia memiliki potensi kerja sama yang amat besar di bidang ekonomi kreatif, pemerintah Indonesia juga telah menyadari peranan penting pengembangan ekonomi kreatif terhadap pengintegrasian sumber daya dalam negeri, pengentasan kemiskinan dan penyelesaian masalah lapangan pekerjaan.
Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang dalam kunjungannya kali ini menyatakan pula, Tiongkok akan mendorong jumlah pengunjung Tiongkok ke Indonesia mencapai 3 juta orang. Dalam beberapa tahun belakangan, Kementerian Pariwisata Indonesia dapat disebut sebagai salah satu instansi yang paling sering mengunjungi Tiongkok, dan telah berturut-turut mengadakan puluhan kegiatan promosi pariwisata di berbagai kota besar Tiongkok, serta telah mencapai hasil yang nyata.
Pada tahun 2015, Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Indonesia Joko Widodo bersama-sama mengusulkan pembentukan Mekanisme Pertukaran Antar Masyarakat Tingkat Wakil Perdana Menteri antara Tiongkok dan Indonesia. Inilah mekanisme antar masyarakat tingkat tinggi pertama yang dijalin antara Tiongkok dengan negara berkembang. Ke depan, mekanisme itu berpotensi besar untuk mendorong kemakmuran dan kestabilan kawasan.
Selain kerja sama bilateral, kerja sama pada tingkat regional dan internasional juga merupakan dua pilar lain peningkatan kerja sama Tiongkok-Indonesia di bawah kerangka Kemitraan Strategis Komprehensif. Oleh karena itu, kerja sama Tiongkok-Indonesia pasti akan menjadi semakin luas.