Dubes Tiongkok untuk AS: AS Tak Perlu Khawatirkan "Made In China 2025"
  2018-05-14 09:54:57  CRI
XINHUA: Duta Besar Tiongkok untuk Amerika Cui Tiankai baru-baru ini di Washington menyatakan bahwa sejumlah orang di Amerika menyatakan kekhawatiran mereka terhadap "Made In China 2025", hal ini tak perlu dikhawatirkan.

Di depan Seminar "40 Tahun Hubungan Tiongkok-AS" yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) Amerika, Cui Tiankai menyatakan bahwa negara manapun di dunia, baik besar maupun kecil, semua berharap memperoleh keunggulan di bidang teknologi tinggi, tak terkecuali Tiongkok, ini adalah hal yang normal. "Made In China 2025" merupakan target Tiongkok yang ditetapkan untuk pembangunan industrinya sendiri, tapi bukan berarti mewujudkan target tersebut dengan mengesampingkan negara lain. Pada kenyataannya, rencana ini bersifat terbuka terhadap baik perusahaan Tiongkok, Amerika maupun seluruh dunia.

Cui Tiankai mengatakan, dewasa ini, masalah ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS sangat menonjol, kedua pihak hendaknya menjaga kepentingan satu sama lain secara seimbang, dan mengontrol perselisihan secara baik-baik. Mungkin kita tidak bisa menyelesaikan semua masalah dalam sekali saja, tapi dapat mencari solusi masalah jangka pendek terlebih dahulu, sekaligus mencari jalan keluar penyelesaian masalah struktural dalam jangka menengah dan panjang.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
• Xi Jinping: Hijaukan Bumi Tanah Air
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040