Menlu Tiongkok dan Menlu Iran Gelar Pembicaraan
  2018-05-14 09:56:24  CRI

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi Jumat kemarin (13/5) mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif di Beijing.

Wang Yi menyatakan, Tiongkok memandang Iran sebagai mitra penting dalam pelaksanaan inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan, bersedia melaksanakan kesepakatan penting yang dicapai kepala kedua negara dan dengan sebaik-baiknya memelihara kerja sama kedua negara di berbagai bidang.

Wang Yi menambahkan, Tiongkok dengan teguh mendukung multilateralisme dan pemberlakuan persetujuan internasional. Perjanjian nuklir Iran yakini JCPOA adalah hasil multilateral yang dicapai dengan susah payah. Perjanjian tersebut berguna untuk memelihara sistem nonproliferasi senjata nuklir serta perdamaian dan kestabilan di kawasan Timur Tengah. Sebagai salah satu pihak penting dalam perjanjian tersebut, Tiongkok telah mencurahkan banyak tenaga demi pencapaian JCPOA. Ke depannya Tiongkok bersedia terus memelihara komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Iran untuk memelihara pelaksanaan JCPOA.

Menlu Iran Zarif menyatakan apresiasi tinggi atas pendirian Tiongkok mengenai JCPOA. Ia menekankan bahwa Iran akan terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak yang mendukung pelaksanaan JCPOA. Iran berpendapat bahwa dijaganya implementasi JCPOA secara kontinu, menyeluruh dan efektif adalah tanggung jawab dan kewajiban bersama bagi berbagai pihak. Iran bersedia memberikan kontribusinya diri sendiri.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
• Xi Jinping: Hijaukan Bumi Tanah Air
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040