Tiongkok Desak Myanmar Secepatnya Pulihkan Ketenteraman Perbatasan
  2018-05-15 11:27:29  CRI

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lu Kang dalam jumpa pers Senin kemarin (14/5) menyatakan, Tiongkok menaruh perhatian besar pada bentrokan bersenjata yang terjadi di bagian utara Myanmar, dan telah melayangkan teguran keras kepada Myanmar, menuntut berbagai pihaknya segera melakukan gencatan senjata, dan sedini mungkin memulihkan ketenteraman di daerah perbatasan dengan Tiongkok. Tiongkok berharap agar berbagai pihak Myanmar dapat melakukan dialog dan konsultasi untuk mendorong proses perdamaian.

Pada hari Sabtu lalu (12/5), antara sebuah kekuatan bersenjata etnis minoritas dan tentara pemerintah terlibat dalam bentrokan di Negara Bagian Shan di Myanmar utara, dekat perbatasan Tiongkok. Lu Kang menyatakan, hingga saat ini, bentrokan kali ini telah mengakibatkan 2 warga Tiongkok tewas di wilayah Myanmar, sementara itu, tiga buah roket dan sejumlah peluru howitzer telah jatuh ke wilayah Tiongkok. Dilaporkan sebanyak 300 lebih penduduk Myanmar telah melarikan diri ke wilayah Tiongkok. Para pengungsi telah ditampung oleh Tiongkok dengan bertolak dari semangat kemanusiaan.

Lu Kang menekankan, baru-baru ini bentrokan bersenjata di bagian utara Myanmar terus meningkat, khususnya bentrokan kali ini telah mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa, dan telah merusak kestabilan di daerah perbatasan Myanmar-Tiongkok. Ini sama sekali bertentangan dengan upaya Konferensi (Pinlon) Panglong yang mengusahakan kerujukan nasional dan perdamaian regional, juga bertentangan dengan kesepahaman bersama yang dicapai berbagai pihak tentang pemeliharaan perdamaian dan ketenteraman di daerah perbatasan.

Lu Kang mendesak berbagai pihak Myanmar agar berupaya mendorong proses perdamaian melalui dialog dan konsultasi.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
• Xi Jinping: Hijaukan Bumi Tanah Air
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040