Menlu Tiongkok Hadiri Pertemuan Menlu G20
  2018-05-22 11:37:49  CRI

Anggota Dewan Negara yang juga Menteri Luar Negeri Wang Yi kemarin (21/5) menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri Kelompok 20 Negara (G20) yang digelar di Buenos Aires.

Wang Yi menyatakan, pembentukan dan perkembangan G20 justru merupakan manifestasi multilateralisme dan kemajuan penting reformasi pengelolaan global. Bertepatan dengan 10 tahun dihidupkannya mekanisme KTT G20, pembahasan multilateralisme dan pengelolaan global memiliki makna penting. Dipertahankannya multilateralisme, disempurnakannya pengelolaan global dan pembentukan komunitas senasib sesuai dengan arus zaman dan kepentingan bersama semua negara. Kita hendaknya membentuk hubungan internasional tipe baru dengan menang bersama sebagai tujuan; memecahkan masalah secara sama derajat dan konsultasi berdasarkan hukum dan patokan internasional; membentuk komunitas senasib umat manusia dengan sistem multilateral sebagai andalan;menyempurnakan sistem pengelolaan global dengan reformasi sebagai arahan. Tiongkok dengan sepenuhnya mendukung Argentina menyelenggarakan KTT G20.

Menlu Tiongkok menunjukkan, berbagai masalah yang dihadapi dunia saat ini pada dasarnya disebabkan oleh faktor pembangunan. G20 berkewajiban mendatangkan lebih banyak peluang kepada negara-negara berkembang melalui perkembangan ekonomi dunia, memberikan lebih banyak dukungan kepada negara-negara berkembang melalui peningkatan kerja sama internasional. Wang Yi menyatakan, masalah pembangunan tetap harus dinomorsatukan dalam pembuatan kebijakan makro global, sekaligus menjamin kepentingan negara-negara berkembang.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040