Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-11 Republik Rakyat Tiongkok kemarin malam (28/10) ditutup di Kota Jinan, Provinsi Shandong, Tiongkok timur. Perdana Menteri Wen Jiabao menghadiri upacara penutupan. Berikut ini kami sampaikan laporan wartawan kami.
Kemarin malam pukul 8, upacara penutupan PON ke-11 diadakan dengan meriah di Stadion Pusat Olimpiade Jinan. Perdana Menteri Wen Jiabao mengumumkan ditutupnya PON ke-11, "Saya mengumumkan, Pekan Olahraga Nasional ke-11 Republik Rakyat Tiongkok ditutup."
Dengan iringan lagu PON ke-11, bendera PON ke-11 diturunkan pelan-pelan dan api PON yang telah menyala selama 12 hari juga berangsur-angsur padam.
PON merupakan pekan olahraga komprehensif yang paling tinggi tarafnya dan paling besar skalanya di dalam negeri Tiongkok, dan diadakan empat tahun sekali. PON ke-11 yang dibuka pada tanggal 16 bulan ini memanifestaskan perkembangan olahraga pertandingan Tiongkok dan diikuti oleh sekitar 10 ribu 900 atlet. Dengan demikian, PON kali ini merupakan pesta olahraga yang paling banyak atlet pesertanya dan paling seru persaingannya. Dalam seluruh 46 kontingen, 32 kontingen berhasil meraih medali emas dan 36 kontingen berhasil menggondol medali. Kontingen Provinsi Shandong sebagai tuan rumah untuk pertama kali berhasil menempati urutan pertama peringkat perolehan medali emas PON dengan 63 medali emas.
Wakil Direktur Jawatan Umum Olahraga Nasional Tiongkok, Xiao Tian kemarin dalam sebuah wawancara menyatakan, PON kali ini memanifestasikan kekuatan keseluruhan olahraga pertandingan Tiongkok. Dikatakannya, "Sejumlah provinsi dan kota Tiongkok bagian barat menonjolkan ciri khas kawasannya dan berhasil merealisasi penorobosan perolehan medali emas dan medali dalam PON kali ini. Ini memanifestasikan olahraga pertandingan antar berbagai daerah dan antara daerah bagian timur dan bagian barat telah mencapai kemajuan baru di atas dasar perkembangan koordinatif dan mantap. Kekuatan keseluruhan olahraga pertandingan telah meningkat."
Dalam PON kali ini, banyak pertandingan menampilkan taraf dunia dan menghidangkan pertandingan menarik yang seru persaingannya kepada para penonton. Menurut statistik, dalam PON kali ini seluruhnya diciptakan 5 rekor dunia dan 16 rekor Asia.
Misalnya, dalam final renang gaya dada 200 meter puteri, perenang Shanghai Liu Zige berhasil tampil sebagai juara dengan prestasi 2 menit 1,81 detik, yang lebih cepat 1,60 detik daripada rekor dunia.
Sebagai tuan rumah PON pertama kali, menghadapi imbas krisis moneter, Provinsi Shandong menerapkan strategi PON untuk mendorong ekonomi, mengadakan pengorganisasian dan pelayanan bermutu tinggi sehingga mendapat pujian berbagai pihak. Pelatih balap sepeda kontingen Hong Kong warganegara Belanda, Derix Rubo mengatakan, "Kesan saya di sini sangat, sangat baik. Semua gedung dan lapangan olahraga cukup bagus. Boleh dikatakan sempurna."
"Tiongkok Harmonis, PON Seluruh Rakyat " adalah semboyan utama PON ke-11. Ini bertujuan memungkinkan massa rakyat menerjunkan diri dalam latihan jasmani dan menghayati kesenangan berolahraga. Untuk itu, pemerintah Provinsi Shandong mengalokasi dana dalam jumlah besar untuk membangun fasilitas olahraga untuk massa dan melalui kesempatan PON kali ini membangkitkan gelombang kegiatan olahraga massal.
Dalam upacara penutupan, pertunjukan kesenian yang bertema " kenangan cemerlang" dengan baik menganotasi ide "PON Seluruh Rakyat" sehingga meninggalkan kesan yang indah kepada para penonton.
Di depan upacara penutupan, Gubernur Provinsi Shandong Jiang Daming menyerahkan bendera PON kepada Direktur Jawatan Umum Olahraga Nasional Liu Peng. Selanjutnya Liu Peng menimbangterimakan bendera kepada wakil tuan rumah PON ke-12, Gubernur Provinsi Liaoning Chen Zhenggao. PON ke-12 akan diselenggarakan di Provinsi Liaoning, bagian timurlaut Tiongkok 4 tahun kemudian.

















