Web  indonesian.cri.cn  
Iptek Dorong Modernisasi Ilmu Kedokteran Dan Obat Tradisional Tibet.
  2009-06-29 13:53:52  CRI

Ilmu kedokteran dan pengobatan Tibet telah bersejarah 2.300 tahun lebih dan merupakan khazanah ilmu kedokteran bangsa Tionghoa. Dalam proses perkembangannya, ilmu kedokteran dan pengobatan Tibet memainkan peranan peting dalam mengobati penyakit kronik, penyakit yang sering timbul dan penyakit yang rumit. Kini, ilmu pengetahuan dan teknologi modern telah mendorong maju perkembangan cepat ilmu kedokteran dan pengobatan Tibet, sehingga memungkinkannya menuju pasar internasional yang lebih luas.

Bahan utama obat-obatan Tibet diambil dari dataran tinggi yang mencapai 3.800 meter di atas permukaan laut. Menurut data statistik, di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet terdapat 2.000 lebih jenis tumbuh-tumbuhan, sekitar 160 jenis satwa dan lebih dari 80 jenis bahan mineral yang dapat digunakan sebagai ramuan obat Tibet.

Selama ribuan tahun, cara produksi obat-obatan Tibet semuanya dikerjakan dengan tangan, yaitu bahan-bahan mentah dibuat menjadi obat dengan digiling halus. Akan tetapi, cara pemrosesan ramuan obat yang demikian tidak mudah diserap oleh tubuh manusia. Kini, perusahaan farmasi Tibet menggunakan banyak teknologi produksi obat-obatan dengan cara industri modern, misalnya penggunaan air, ekstraksi alkohol, pemisahan, penyaringan dan lain sebagainya. Ini selanjutnya dapat meningkatkan lebih lanjut kadar iptek obat-obatan Tibet. Direktur Perusahaan Farmasi Daerah Otonom Tibet, Kunga Norbu mengatakan," Pihaknya seluruhnya menginvestasi 98 juta yuan RMB, di antaranya negara memberikan tunjangan dana gratis sejumlah 10 juta RMB. Ini merupakan eksploitasi kedua kali perusahaannya dan dapat menaikkan daya saing inti obat-obatan Tibet."

Menurut penjelasan, untuk mendorong perkembangan cepat ilmu kedokteran dan obat-obatan Tibet, pemerintah Daerah Otonom Tibet jauh awal pada belasan tahun yang lalu telah mengeluarkan keputusan mengenai peningkatan lebih lanjut pekerjaan terkait, selanjutnya mencantumkan ilmu kedokteran dan obat-obatan Tibet sebagi salah satu industri soko guru yang berciri khas dan dititikberatkan perkembangannya. Direktur Perusahaan Farmasi Tibet, Kunga Norbu berpendapat bahwa kedokteran dan obat Tibet kalau mau berkembang harus memperbesar pemasokan terhadap inovasi iptek. Untuk itu, pabrik tersebut pada tahun 2000 telah mengintroduksi dua bengkel untuk memproduksi preparat modern yang lulus tes Good Manufacturing Practice GMP nasional. Setiap bengkel dipasang instalasi farmasi otomatis yang paling maju dalam negeri.

Bersamaan dengan itu, untuk menjembatani kontradiksi antara perkembangan industri farmasi Tibet dengan kekurangan sumber daya bahan obat, pemerintah Tibet, pabrik farmasi Tibet, balai riset dan lainnya telah mengintensifkan penelitian dan pembudidayaan bahan obat Tibet. Selama bertahun-tahun, susul menyusul mendirikan basis pembudidayaan sumber bahan obat Tibet, menerapkan penanaman tumbuhan herba secara manual dan riset teknologi pembudidayaan tanaman herbal Tibet yang hampir punah. Mantan pejabat Biro Iptek Tibet, Tsedim Gyaco mengatakan, " Dalam kurun waktu tahun 2006 hingga 2010, pemerintah setempat selama lima tahun ini telah menyusun standar tingkat nasional terhadap 200 jenis ramuan obat Tibet. Di lain pihak, mulai tahun 2005, diterapkan pembudidayaan secara manual tanaman herbal Tibet yang hampir punah, ini telah meletakkan dasar bagi perkembangan industrialisasi obat-obatan Tibet, pekerjaan tersebut telah membuahkan hasil di sebagian proyek."

Selama beberapa tahun ini, pekerjaan penelitian terhadap ilmu kedokteran dan obat-obatan Tibet terus diperdalam. Menurut penjelasan, berbagai jenis lembaga kedokteran telah mengumpulkan dan membenahi hampir seratus dokumen dan karya khusus mengenai ilmu kedokteran dan obat-obatan Tibet. Selain itu, Universitas Colorado Amerika Serikat terlebih dahulu mengadakan kerja sama dengan rumah sakit Tibet di bidang penelitian obat-obatan Tibet untuk mencegah dan mengobati penyakit dataran tinggi. Four Volume Medical Code?karya klasik ilmu kedokteran dan obat-obatan Tibet telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris, Perancis, Rusia, Jepang dan lainnya serta diluncurkan.

Seiring dengan teknologi produksi yang semakin ilmiah, berskala dan baku, semakin banyak obat-obatan Tibet digemari para penderita dan konsumen yang luas. Dewasa ini, berbagai tempat Tibet susul menyusul mendirikan rumah sakit dan bagian kedokteran Tibet, sementara di 10 lebih kota Tiongkok juga dibangun lembaga kedokteran Tibet.

Pejabat terkait Tibet, Yang Qian mengatakan, sebagai sumber utama bahan mentah industri farmasi Tibet dan salah satu sumber obat-obatan Tibet, pemerintah Daerah Otonom Tibet selalu menjadikan industri farmasi Tibet sebagai industri soko guru dan terus mengintensifkan pemasokan di bidang-bidang kebijakan, dana dan tenaga manusia, agar obat-obatan Tibet menuju ke dunia luar. Yang Qian mengatakan, " Obat-obatan Tibet harus memasuki barisan depan internasional, kami perlu meningkatkan lebih lanjut kesadaran inovasi iptek dan penopangan di bidang kebijakan serta menyediakan kredit diskonto kepada perusahaan."

Selain itu, berdasarkan informasi dari Kementerian Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi, penelitian teknologi kunci perkembangan modern farmasi Tiongkok dan teladannya telah dicantumkan dalam proyek titik berat program penopang iptek negara tahun 2008.

Stop Play
Terpopuler
• Korban Tewas Gempa di Meksiko Naik Jadi 120 Orang
• Li Keqiang dan PM Singapura Gelar Pembicaraan
• Tiongkok Puji Perjanjian Nuklir Iran sebagai Teladan bagi Penyelesaian Isu Panas Dunia Internasional
• Xi Jinping Sampaikan Surat Selamat kepada Ekspo Tiongkok-Negara Arab 2017
• RRT-Malaysia Jalin Kerja Sama Sertifikasi Halal
• Dialog Negara Emerging Market dan Negara Berkembang Canangkan Pola Kerja Sama "BRICS Plus"
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040