Pemerintah Tiongkok belum lama berselang (19/06) menganugerahi gelar "Maestro Kedokteran Tradisional" kepada 30 sinse tua termasuk Sinse Mongolia Surongzhabu dan Sinse Tibet Champa Chilai.
Tiga puluh maestro terpilih melalui penilaian umum dari 370.000 dokter tradisional yang terdaftar, mereka semuanya mempunyai kualifikasi mengadakan praktek dokter selama 55 tahun lebih. Sinse Surongzhabu menjalankan praktek dokter selama 60 tahun lebih, ia pandai mengobati penyakit koroner jantung, penyakit pembuluh darah dan penyakit sistem pencernaan serta telah memberikan sumbangan yang brilian dalam membangun teori sistem kedokteran Mongolia modern. Surongzhabu berpendapat, terpilihnya sebagai Maestro Kedokteran Tradisional tidak hanya merupakan penilaian terhadap pekerjaannya, tapi juga berkaitan dengan pewarisan dan pengembangan terus ilmu kedokteran Mongolia sekarang. Dikatakannya, " Ilmu kedokteran Mongolia berkembang dengan baik pada abad 18 hingga 19, tapi selanjutnya merosot. Setelah berdirinya Tiongkok Baru pada tahun 1949, terutama setelah diberlakukannya kebijakan reformasi dan keterbukaan terhadap dunia luar, perkembangan ilmu kedokteran etnis minoritas benar-benar sangat cepat. Kini banyak diedarkan bahan pelajaran kedokteran tradisional Mongolia, buku lengkap ilmu bedah kedokteran Mongolia, panduan lengkap ilmu bedah etnis Mongolia dan lainnya, juga disusun berbagai standar ilmu kedokteran Mongolia, misalnya standar obat-obatan, standar klinis dan standar diagnosa Mongolia. Saya telah berusia lanjut, dan akan mengajarkan semua teknik kedokteran yang saya kuasai kepada angkatan muda. Ilmu kedokteran Mongolia juga adalah tradisi kedokteran, khazanah itu perlu diwariskan turun temurun."
Selain kedokteran tradisional Mongolia, Tiongkok juga memiliki berbagai kedokteran etnis termasuk kedokteran Tibet, Uighur dan Miao. Direktur Biro Administrasi Ilmu Kedokteran Dan Obat-obatan Tradisional Tiongkok, Wang Guoqiang mengatakan, berbagai kedokteran etnis semuanya merupakan bagian penting budaya kedokteran dan obat-obatan tradisional Tiongkok, negara ke depan akan memberi lebih banyak penghargaan kepada dokter tradisional etnis dalam rangka menciptakan iklim yang kondusif bagi perkembangan ilmu kedokteran etnis minoritas. Dikatakannya, " Baik pemilihan maestro kedokteran tradisional, maupun pengadaan mekanisme pendorongan dan pemberian penghargaan terhadap tenaga terampil di bidang kedokteran dan obat-obatan tradisional Tiongkok pada masa mendatang, kami tetap akan mempertimbangkan kedokteran dan obat-obatan tradisional etnis minoritas sebagai bagian penting. Para wakilnya tak pelak lagi menjadi sasaran pemberian penghargaan oleh negara. Kami perlu mempertahankan standarnya dan melakukan dengan baik pekerjaan itu."
Setelah melantik maestro kedokteran tradisional, pemerintah Tiongkok akan membangun lembaga penelitian khusus di daerah dan kesatuan di mana maestro bekerja, sepenuhnya membenahi, meniliti dan mewarisi ide keilmuwan dan pengalaman praktek mereka.

















