Tanggal 31 Mei, 2009 adalah Hari Tanpa Tembakau Sedunia ke-22. Hari itu, Tiongkok menggelar kegiatan amal dengan menghimbau sekitar 350 juta perokok dalam negeri tidak merokok dari pukul 17:31 hingga 18:31 selama satu jam dan dengan aksi riil mendukung kegiatan untuk berhenti merokok. Kegiatan itu mendapat dukungan luas massa.
Warga Beijing bernama Yang Yanjun yang kini berusia 24 tahun juga menyambut seruan pemerintah. Ia berhenti merokok selama satu jam lebih dan menganjurkan orang lain agar tidak merokok. Sedangkan warga Tianjin bernama Zhang Xinbo sangat mendukung kegiatan itu walaupun sendirinya bukan perokok. Ia mengatakan, " Orang di sekitarnya menyebut hari ini Hari Sedunia Tanpa Tembakau, ini akan mengurangi bahaya bagi perokok pasif.
Zhou Xiaohui dari Provinsi Liaoning mengharapkan dengan memanfaatkan Hari Tanpa Tembakau agar masyarakat lebih mempedulikan kesehatannya. Dikatakannya, orang di sekitarnya banyak yang merokok, ini merupakan hal yang baik bagi mereka untuk berhenti merokok selama satu jam dan juga kegiatan pelarangan merokok, dengan demikian dapat memungkinkan banyak orang menjauhi asap rokok.
Tiongkok merupakan negara besar pertama produsen tembakau dan konsumsi rokok terbesar di dunia dewasa ini, sedangkan populasi perokok mencapai sekitar 35 juta, hampir satu juta orang yang meninggal setiap tahun akibat dari penyakit yang timbul dari rokok.
Pejabat Pusat Pencegahan Dan Pengontrolan Penyakit Tiongkok, Jiang Yuan mengatakan, produksi tembakau Tiongkok meskipun berkecenderungan bertambah, tapi tingkat agregat merokok menurun lamban dengan laju satu poin setiap tahun, seruan masyarakat untuk mengontrol tembakau semakin santer terdengar dari tahun ke tahun. Tapi tingkat dukungan masyarakat terhadap peraturan melarang merokok di tempat umum semakin tinggi. Di satu pihak, volume produksi tembakau benar-benar bertambah, di lain pihak, lingkungan dan seruan pengontrolan tembakau tengah dibentuk secara berangsur-angsur.
Organisasi Kesehatan Dunia WHO pada tahun 1988 untuk pertama kali menetapkan Hari Sedunia Tanpa Tembakau, pada tahun selanjutnya, menetapkan tanggal 31 Mei setiap tahun. Tema Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun ini ialah ' peringatan kesehatan akan tembakau', yaitu pencantuman label peringatan kesehatan dan mencetak gambar yang efektif di kotak-kotak rokok. Jiang Yuan mengatakan, gambar-gambar dapat langsung memberitahu masyarakat bahayanya merokok. Misalnya, di Australia, gambar yang tertera di depan kotak rokok adalah dampak merokok, mungkin kanker paru-paru atau penyebab menuanya kulit, sedangkan di belakang kotak rokok ditulis bahaya merokok menyebabkan kanker paru-paru naik sampai 25 dari 12 kali lipat sebelumnya.
Kota Guangzhou, Tiongkok selatan juga memprakarsai pembangunan ' keluarga tanpa tembakau'. Menghimbau semua keluarga di kota tersebut mengambil aksi yang positif, menolak perokok aktif dan pasif, membangun ' keluarga tanpa tembakau', menjamin setiap anak mendewasa dengan sehat. Selain itu, juga diadakan banyak bentuk kegiatan termasuk temu wicara pakar, konsultasi kesehatan dan pameran gambar.
Pakar pengontrolan tembakau menjelaskan, anak selalu meniru kebiasaan dan tingkah laku orang di sekitarnya dan mempunyai rasa ingin tahu yang besar, maka, orangtua perokok semaksimal mungkin tidak merokok di depan anaknya, menjauhkan rokok dan asbak dari jangkuan dan penglihatan mereka, dengan demikian dapat menghindarkan dampak negatifnya.

















