Belum lama berselang, di Meksiko, Amerika Serikat (AS) dan negara lainnya di dunia berjangkit wabah influenza A sub tipe H1N1 pada manusia dan berkecenderungan menyebar dengan luas di dunia. Pakar terkait menunjukkan bahwa flu A H1N1 tidaklah menakutkan, dewasa ini, meskipun masih tidak ada vaksin untuk mencegahnya, tapi melalui langkah pengontrolan layak dan mempunyai pola kebiasaan sanitasi pribadi yang baik, penyebaran flu A H1N1 pada manusia dapat dicegah, dikontrol dan diobati. Berikut perkenalan keadaan pengontrolan flu A H1N1.
Selama beberapa hari ini, merebaknya wabah menular flu A H1N1 telah menjadi fokus seluruh dunia.
Kementerian Kesehatan Meksiko kemarin (04/05) malam mengumumkan, seluruh kasus flu A H1N1 di Meksiko yang terdiagnosa mencapai 802, di antaranya 26 orang meninggal, dan 776 orang tetap menerima perawatan di rumah sakit.
Mengenai hal itu, pakar Penyakit Menular Tiongkok merangkap pejabat Pusat Pencegahan Dan Pengontrolan Penyakit Kota Beijing, Wang Quanyi dalam penjelasannya mengatakan, " Flu tersebut umumnya menyebar di kelompok babi ternak, kadang-kadang juga ditemukan orang terinfeksi karena menyentuh babi sakit. Setelah virus tersebut dapat menyesuaikan penyebaran antar manusia, maka, dapat menyebar luas di kelompok manusia. WHO berpendapat bahwa virus tersebut bermutasi menjadi flu strain yang menyebabkan pandemik, karena merupakan satu sub tipe virus yang baru, manusia tidak mempunyai daya kekebalan, kelompok yang tersentuh umumnya mudah terinfeksi dan jumlahnya semakin banyak."
Umum mengetahui, virus flu burung terutama menular dari unggas ke manusia, dan tidak menimbulkan penyebaran yang efektif antar manusia, tapi virus flu A H1N1 dapat menyebar melalui kontak antar manusia. Pakar menunjukkan, sebagai penyakit saluran pernapasan, jalur penyebaran virus tersebut hampir mirip dengan penyebaran virus SARS, tapi daya penyebaran dan angka kematiannya masih perlu diamati. Dilihat dari keadaan sekarang, gejala yang ditimbulkan virus flu A H1N1 agak ringan daripada SARS.
Mengingat kecenderungan menyebarnya wabah, WHO tanggal 29 April malam di Jenewa mengumumkan, peringatan pandemi flu A H1N1 di dunia ditingkatkan sampai level 5 dari level 4 sebelumnya. Ini berarti virus flu tipe yang sama telah menyebar dari satu daerah ke paling sedikit dua negara dan menyebabkan wabah yang berkelanjutan pada masyarakat. Pakar memperingatkan bahwa bersin, batuk dan kontak badan berkemungkinan virus flu A H1N1 menyebar antar manusia, gejala orang terinfeksi flu A H1N1 serupa dengan tertular flu biasa termasuk panas tinggi, batuk, tenggorokan sakit, badan merasa sakit, pusing, merasa kedinginan dan letih badan, kadang-kadang juga muncul gejala muntah berak, penderita yang berat muncul gejala radang paru-paru dan gagal pernapasan bahkan meninggal.
Wabah flu A H1N1 mengundang kepedulian merata berbagai negara di dunia. Dewasa ini, di Tiongkok masih belum ditemukan kasus flu A H1N1 pada manusia yang tercurigai, tapi pakar terkait berpendapat tidak dapat dikesampingkan Tiongkok juga berisiko terserang epidemi. Untuk itu, Tiongkok telah mengambil berbagai langkah pengontrolan wabah. Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mao Qun'an menyatakan, Tiongkok tengah mengorganisasi pakar untuk menganalisa susunan virus, dan berdasarkan kecenderungan perkembangan epidemi mengadakan pekerjaan antisipasi berdasarkan rancangan semula. Pihaknya akan meningkatkan intensitas pekerjaan lembaga kedokteran berbagai tingkat dalam mengadakan pelaporan deteksi kasus radang paru-paru yang tidak diketahui sebabnya dan kasus serupa influenza serta diagnosa, menuntut berbagai tempat sangat mementingkan diagnosa terhadap sejumlah kasus yang tercurigai, khususnya mengambil sampel sejarah epidemiologi terhadap personel yang pada dua pekan ini kembali dari daerah rawan flu A H1N1, sementara menuntut sejumlah kota bandar penting perlu menetapkan lembaga kedokteran yang ditentukan mengadakan diagnosa dan pengobatan tepat waktu terhadap sejumlah kasus tercurigai.
Tiongkok kini mempunyai kemampuan dan teknologi untuk mendeteksi virus flu AH1N1 pada manusia. Kemkes juga menuntut lembaga riset memperjuangkan pada waktu paling pendek meneliti dan membuat preparat diagnosis cepat serta aktif mengadakan penelitian terhadap vaksin obat-obatan terkait, mengadakan persiapan teknis untuk mengantisipasi epidemi yang mungkin berjangkit.
Selain itu, Tiongkok juga melarang impor daging babi dan produknya dari negara rawan flu A H1N1 termasuk Meksiko dan AS, sedangkan personel yang kembali dari daerah rawan kalau terdapat gejala flu harus berinisiatif melaporkan kepada badan inspeksi dan karantina masuk-keluar wilayah. Bandar-bandar perbatasan dituntut mengintensifkan pemeriksaan keluar masuk wilayah dalam rangka membendung masuknya virus flu A H1N1 ke Tiongkok.
Sebagai terminal penerbangan internasional, Bandar Udara Shoudu mengadakan pemeriksaan suhu badan terhadap semua personel yang datang dari daerah rawan wabah flu A H1N1. Penderita stadium dini flu A H1N1 dapat diobati dengan mengkonsumsi Tamiflu. Pakar mengingatkan pula, virus flu A H1N1 pada daging babi dapat dimusnahkan setelah dimasak hingga 71 derajat selsius. Masyarakat dihimbau memelihara ventilasi udara rumahnya, rajin mencuci tangan dan jangan menuju tempat yang padat oleh kerumunan manusia, sedapat mungkin menghindari kontak erat dengan penderita flu A H1N1.
Menteri Kesehatan Chen Zhu menyatakan bahwa penyakit adalah nir batas, globalisasi menambah kelemahan dan saling ketergantungan berbagai negara, keamanan kesehatan umum merupakan tantangan besar yang dihadapi berbagai negara dan merupakan titik berat strategi perkembangan menyeluruh berbagai negara. Komunitas internasional harus mengintensifkan kerja sama, saling membantu, berbagi pengetahuan, bergandengan tangan melawan penyakit menular yang mengancam kesehatan manusia.

















