Epidemi flu babi belum lama berselang berjangkit di kawasan Amerika Utara dan menyebar di seluruh dunia. Flu tersebut adalah sejenis penyakit menular saluran pernapasan akut yang ditimbulkan virus flu babi, begitu manusia terinfeksi, akan muncul gejala panas tinggi, lesu, batuk dan lain sebagainya. Berikut kami bicarakan pencegahan dan pengontrolan wabah flu babi berbagai negara di dunia.
Perdana Menteri Tiongkok, Wen Jiabao hari ini (28/04) memimpin sidang harian Dewan Negara, mendengarkan laporan badan terkait termasuk Kementerian Kesehatan mengenai sejumlah negara berjangkit epidemi flu babi pada manusia, sementara meneliti dan mengatur pekerjaan pengintensifan pencegahan dan pengontrolan flu babi.
Rapat menekankan perlunya untuk dengan seksama melacak keadaan perkembangan epidemi di luar wilayah dan meningkatkan kerja sama internasional. Membentuk mekanisme gabungan pencegahan dan pengontrolan epidemi flu babi pada manusia yang terdiri dari Kementerian Kesehatan, Jawatan Umum Pengawasan, Pemeriksaan Mutu Dan Karantina Negara, Kementerian Pertanian dan badan terkait lainnya. Melakukan dengan ketat pekerjaan karantina masuk dan keluar wilayah. Berdasarkan keadaan perkembangan epidemi di luar wilayah, mengumumkan tepat waktu peringatan keamanan kesehatan pariwisata, mengintensifkan pemantauan epidemi flu babi pada manusia dan membentuk sistem pelaporan langsung epidemi. Mengintensifkan pemantauan epidemi flu di kelompok ternak babi, mengawasi dan mengelola dengan ketat babi hidup dan produknya, menambah barang-barang keperluan pencegahan epidemi dan karantina, meningkatkan penelitian teknologi pengontrolan terhadap model penyebaran dan vaksin flu babi pada manusia, diagnosa cepat dan metode pengobatan klinik, memeratakan pengetahuan pengontrolan flu babi pada manusia.
Biro Kesehatan Kota Beijing kini telah mengadakan pengaturan yang menyeluruh terhadap pengontrolan epidemi flu babi pada manusia termasuk pengintensifan pemantauan terhadap flu babi dan penataran tenaga medis, mengadakan pelacakan dan pemeriksaan tepat waktu terhadap kasus tercurigai masuk wilayah.
Dewasa ini, semua lembaga medis Beijing mengadakan pemantauan penyakit menular, mengadakan penyaringan terhadap kasus flu babi yang tercurigai, menuntut lembaga medis dalam dua jam melaporkan kasus terkait kepada lembaga pengontrolan. Biro kesehatan dalam waktu dekat akan menyelesaikan penataran terkait terhadap tenaga medis mengenai pengenalan, diagnosa dan pengobatan flu babi, memperbesar kemampuan pengobatan medis, dengan aktif menyimpan obat-obatan antivirus dan darurat. Sementara, badan kesehatan dan badan karantina masuk wilayah membentuk sistem pelaporan informasi harian, mengadakan pelacakan dan pemeriksaan tepat waktu terhadap kasus tercurigai masuk wilayah.
Berita dunia.
Menteri Kesehatan Meksiko, Jose Angel Cordova Villalobos kemarin malam (27/04) waktu setempat mengumumkan, jumlah orang yang meninggal kena penyakit flu babi telah bertambah sampai 149 orang, sedangkan jumlah kasus tercurigai mencapai 4.000 lebih. Untuk mencegah menyebarnya lebih lanjut epidemi flu babi, Cordova mengumumkan, pemerintah Meksiko mengambil keputusan mengenai penutupan perguruan tinggi, sekolah menengah, sekolah dasar dan taman anak-anak dari ' daerah rawan wabah ' hingga seluruh negeri. Sedangkan jadwal masuk sekolah untuk sementara ditetapkan tanggal 6 Mei mendatang.
Presiden Meksiko, Felipe Calderon dalam dekritnya mengumumkan seluruh negeri memasuki keadaan darurat kesehatan, sementara menghimbau massa rakyat jangan panik, dan mengharapkan mereka bersama pemerintah berupaya mencegah meneybarnya epidemi flu babi.
Data resmi pemerintah Meksiko menunjukkan, orang yang dikonfirmasi meninggal kena penyakit flu babi kebanyakan adalah orang dewasa yang usianya di antara 20 hingga 50 tahun, untuk sementara belum ada laporan mengenai kasus kematian anak-anak.
Bank Dunia mengumumkan akan menyediakan bantuan dana lebih dari 200 juta dolar AS kepada Meksiko untuk membantu negara tersebut menanggulangi epidemi.
Sementara, Menteri Keamanan Nasional Amerika Serikat, Janet Napolitano juga mengumumkan seluruh negeri memasuki keadaan darurat kesehatan umum. Menurut statistik tahap awal, jumlah penderita flu babi di AS paling sedikit 20 orang.
Pusat pengotrolan Dan Pencegahan Penyakit AS menyebut, virus flu babi kali ini adalah cocktail virus, dapat menyebar antar manusia, meskipun kini tidak ada vaksin yang dapat mencegahnya, tapi dapat diobati dengan obat anti virus.
Pusat tersebut mengatakan, bersin, batuk dan kontak badan semuanya dapat menyebar virus flu babi antar manusia dan diusulkan, setelah muncul gejala menular, paling baik mengkonsumsi obat anti virus dalam waktu 48 jam dalam rangka meringankan penyakit dan menghindarkan risiko munculnya komplikasi yang serius.
Bersamaan dengan itu, pejabat Kementerian Kesehatan Kanada mengumumkan, ditemukan dan dikonfirmasi 6 kasus flu babi. Pemerintah Kolombia mengumumkan, kondisi kesehatan 12 penderita flu babi yang tercurigai stabil pada pokoknya. Di Inggris juga ditemukan 2 kasus tercurigai flu babi, dewasa ini, penderita tersebut sedang menerima pemeriksaan dan pengobatan di rumah sakit.
Biro Kesehatan Umum Swiss mengumumkan ditemukan 5 kasus flu babi yang tercurigai, dan semuanya adalah personel yang kembali dari Meksiko, mereka kini sedang mengadakan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Selain itu, pemerintah Peru, Venezuela, Honduras dan Nikaragua masing-masing mengumumkan peningkatan keadaan kesiagaan paling tinggi sistem pemantauan penyakit epidemik dalam negerinya, sementara menghidupkan langkah darurat pengontrolan untuk menanggulangi penyakit menular.
Kesehatan Komisaris Komisi Uni Eropa, Androulla Vassiliou kemarin menyatakan, pihaknya telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membendung menyebarluasnya flu babi ke seluruh Eropa.
Komisi UE selalu memelihara kontak erat dengan berbagai pihak, menggunakan semua jalur informasi, mekanisme penanggulangan serta pengalaman pencegahan flu burung, dengan cermat melacak perkembangan epidemi flu babi, sementara menuntut badan kesehatan umum berbagai negara Eropa mengadakan persiapan tanggap darurat pencegahan flu babi. Massa UE juga dihimbau tidak menuju daerah rawan flu babi, sementara mengusulkan para wisatawan yang kembali dari daerah tersebut dan muncul gejala tercurigai harus segera berobat.

















