Program Bantuan Kepada Penderita Katarak Mongolia Dalam
  2009-07-10 09:16:07  CRI

Dalam Ruangan Kesehatan edisi ini akan kami perkenalkan program bantuan kepada penderita katarak Daerah Otonom Mongolia Dalam, Tiongkok Utara.

Selama beberapa tahun ini, Komite Palang Merah Tiongkok dan Kanada mengadakan kerja sama untuk mengobati penderita katarak dari keluarga miskin secara gratis di Daerah Otonom Mongolia Dalam, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, provinsi-provinsi Qinghai, Gansu dan Shaanxi. Berikut laporan terkait dari Kota Chifeng, Mongolia Dalam.

Warga Kecamatan Lindong, Panji Balinzuo Kota Chifeng bernama Jia Yufu baru-baru ini sangat gembira, karena menerima pengobatan secara gratis dan penyakit katarak yang menghantuinya selama berapa tahun telah sembuh. Jia Yufu mengatakan, bantuan Palang Merah Kanada memungkinkan daya lihatnya pulih. Dikatakannya, " Ketika menemukan daya lihat semakin jelek, saya segera menuju rumah sakit untuk didiagnosa dan hasil pemeriksaan ialah menderita penyakit katarak. Saya merasa sangat sulit kalau harus mengeluarkan biaya ribuan yuan RMB untuk menjalani operasi katarak. Kebetulan palang merah mengadakan kegiatan terkait, sehingga daya lihat saya pulih. Saya menyatakan terima kasih kepada palang merah yang telah mengobati saya dengan gratis."

Di Daerah Otonom Mongolia Dalam anginnya kencang sekali, radiasi sinar ultraviolet matahari sangat kuat dan merupakan daerah rawan katarak yang akhirnya mengakibatkan kebutaan. Sejauh ini, di Mongolia Dalam terdapat 30.000 penderita katarak, dan jumlahnya bertambah sekitar 6.000 setiap tahun. Sejak tahun 2001, Palang Merah Kanada dan Tiongkok mengadakan kerja sama untuk membangun proyek penanggulangan kemiskinan melalui pengobatan terhadap penderita katarak. Proyek bantuan Palang Merah Kanada ditingkatkan sampai 40.000 dolar Kanada atau sekitar 260.000 yuan RMB setiap tahun sejak tahun 2008. Berdasarkan penetapan program, setiap penderita katarak Tiongkok mendapat bantuan 1.000 yuan RMB dari pihak Kanada, selebihnya memperoleh subsidi dari pihak Tiongkok dan para penderita tidak perlu mengeluarkan ongkos apa pun.

Dewasa ini, proyek bantuan itu telah diterapkan di beberapa panji, liga dan kota Daerah Otonom Mongolia Dalam, melalui bantuan itu, seluruhnya 1.800 lebih penderita katarak setempat pulih penglihatannya.

Pejabat Palang Merah Mongolia Dalam, Qiang Li dalam penjelasannya mengatakan, untuk memungkinkan dana yang terbatas dapat mendukung penderita yang paling membutuhkan bantuan, pihaknya mengadakan penyaringan terhadap para penderita yang mengajukan permohonan, terutama terhadap penderita yang usia dan kondisinya memenuhi syarat. Dikatakannya, " Ketika mengadakan penyaringan terhadap para penderita, perlu berdasarkan tidak mempunyai sumber penghasilan, tidak mampu membayar ongkos operasi, usianya di bawah 70 tahun, dapat melakukan pekerjaan yang sederhana pasca operasi. Penderita katarak yang miskin di daerah pertanian dan peternakan terpencil serta penderita sejenis antara usia 5 hingga 14 tahun diprioritaskan."

Direktur RS Mata Chifeng, Yang Yajun sering mengoperasi penderita katarak yang miskin, berkat upaya semua tenaga medis RS tersebut, sekitar seratus penderita katarak sembuh, dan tidak muncul infeksi. Yang Yajun mengatakan, " Pihaknya mengemban tugas operasi katarak yang diberi wewenang oleh palang merah, sejauh ini telah mengadakan 132 kasus operasi."

Umumnya, biaya setiap kasus operasi katarak mencapai 3.000 yuan RMB, termasuk biaya pemeriksaan, uji tes kimia, operasi dan obat-obatan, sedangkan bagi penderita yang mempunyai kualifikasi menerima bantuan, mereka tidak perlu mengeluarkan ongkos sepeser pun. Ditambah bagi penderita yang sangat miskin juga ditanggung ongkos transport pulang pergi, tindakan rumah sakit tersebut mendapat penilaian baik keluarga penderita.

Proyek bantuan Palang Merah Kanada di Tiongkok itu memanifestasikan semangat lembaga tersebut. Ini tidak hanya menyediakan harapan baru bagi para penderita katarak yang miskin, juga mendorong persahabatan antara kedua negara.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040