Dalam Ruangan Kesehatan edisi ini akan kami perkenalkan tim medis Tiongkok di Benin, Afrika.
Pada tahun 1978, Benin yang terletak di Afrika Barat menyambut kedatangan tim medis perdana dari Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia, Tiongkok. Selama 31 tahun, Benin seluruhnya menerima 16 gelombang tim medis Ningxia yang terdiri dari 364 tenaga medis, di antaranya 3 tenaga medis Tiongkok telah menyumbangkan nyawanya demi melaksanakan tugas mulia di sana. Berikut laporannya.
Bagi banyak orang Tiongkok, Benin merupakan suatu tempat nan jauh dan asing bagi mereka. Tahun 1976, pemerintah Tiongkok memutuskan untuk mengirim tim medis ke Benin dengan memenuhi undangan Republik Rakyat Benin. Sehubungan dengan sekitar 15 persen penduduk Benin menganut agama Islam, dan jumlah penduduknya hampir sama dengan Ningxia, maka, Kementerian Kesehatan Tiongkok mengusulkan agar Ningxia mengirim sekitar 20 tenaga medis ke Benin.
Tenaga medis Tiongkok bertolak ke Benin dengan membawa kegairahan dan impian serta kembali ke kampung halaman dengan membawa kehormatan dan cerita. Anggota tim medis yang pertama dan juga pakar ginekologi Zou Guangzhen kini telah berusia 76 tahun. Begitu menyinggung keputusannya pada saat itu, ia tetap merasa terharu.
Akan tetapi, tim medis Ningxia Tiongkok begitu tiba di Benin segera menemukan, kondisi kedokteran dan pengobatan setempat yang sangat terbelakang sama sekali di luar dugaan mereka. Jumlah tenaga medis di seluruh Benin ketika itu tidak sampai 100 orang, kadang-kadang di sebuah rumah sakit hanya ditemukan satu dokter saja dan juga merangkap kepala RS. Perlengkapan medis Benin sangat kurang, ditambah tidak ada pasokan air minum dan tenaga listrik.
Pada hari ketiga tim medis Tiongkok tiba di Benin, segera menerima penderita kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan ). Wakil Kepala tim medis ketika itu, Kong Fanyuan mengatakan, " Karena penderita mengalami pendarahan besar, kalau tidak segera dioperasi, mungkin bisa meninggal. Dalam kondisi yang terbatas mengadakan operasi, bagi saya adalah pertama. Malam hari tidak ada lampu dan listrik, hanya menggunakan sinar senter. Tapi akhirnya operasi berhasil, kami merasa gembira."
Selama 31 tahun ini, tim medis Ningxia susul menyusul membangun 4 pos pengobatan di Benin. Mereka kerap memeriksa pasien di rumah pada malam hari, paling banyak pada satu malam mengadakan 7 kali operasi gawat darurat. Menurut statistik, sejauh ini, tim medis Ningxia di Benin dalam kondisi yang buruk berhasil melakukan berbagai operasi yang rumit termasuk pembedahan jantung, otak, paru-paru, tumor payudara dan lain sebagainya.
Bersamaan dengan itu, anggota tim medis juga aktif menatar tenaga medis setempat. Di bawah bimbingan cermat tim medis Tiongkok, banyak dokter setempat berhasil menguasai sejumlah pengetahuan mengenai diagnosa dan terapi pengobatan penyakit umum dan penyakit yang sering timbul, dengan demikian telah meninggalkan satu tim medis yang kekal.
Akan tetapi, kondisi cuaca yang panas dan pekerjaan yang berat di Benin, semuanya itu telah mengancam kesehatan anggota tim medis Tiongkok. Anggota tim medis bernama Wang Shula kena penyakit malaria akut dan meninggal karena tidak dapat diobati pada bulan Juli tahun 2003.
Tim medis Tiongkok dengan teknik pengobatan yang unggul dan berpegang teguh pada prinsip moral kedokteran telah memperoleh kepercayaan dan pujian yang tinggi rakyat Benin serta menjalin persahabatan yang mendalam dengan massa setempat. Kepala tim medis Ningxia gelombang kedua, Niu Qi mengatakan, " Dari gubernur sampai rakyat jelata Benin sangat ramah begitu bertemu dengan tim medis Tiongkok. Di Benin tidak ada satu orang pun yang tidak tahu tim medis Tiongkok."
Menurut statistik yang tidak lengkap, selama 31 tahun ini, tim medis Ningxia seluruhnya mengobati 2 juta lebih penduduk Benin dan melakukan pembedahan 47 ribu berbagai kasus. Presiden Benin pernah berulang-kali menandatangani dekrit penganugerahan penghargaan dan memberikan berbagai lencana penghargaan kepada anggota tim medis Tiongkok. Direktur Biro Kesehatan Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia, Liu Tianxi mengatakan, " Pekerjaan semua tim medis luar biasa. Tak peduli pada periode yang sulit atau pada masa yang kondisinya membaik. Asas tujuan setiap anggota ialah mengemban tugas berat dan tidak akan melupakan misinya."

















