Dalam Ruangan Kesehatan edisi ini akan kami bicarakan wabah flu burung pada manusia.
Di Kota Beijing sejak memasuki tahun ini terjadi satu kasus kematian gara-gara terinfeksi wabah flu burung H5N1. Ini merupakan kasus kematian yang pertama karena wabah flu burung pada manusia.
Flu burung adalah virus flu di kalangan unggas yang merupakan sejenis penyakit menular sistem pernapasan unggas. Virus tersebut banyak jenisnya, di antaranya tipe sub H5N1 adalah pandemik, angka kematiannya sangat tinggi setelah unggas terinfeksi. Umumnya, virus flu burung sulit menular kepada badan manusia, tapi seiring dengan kelainan virus dan kerap berkontak dengan unggas, virus flu burung kadang-kadang juga dapat menular kepada tubuh manusia dan dinamakan flu burung pada manusia. Direktur Pusat Flu Nasional, Shu Yuelong dalam penjelasannya mengatakan, dibandingkan dengan flu biasa, angka kematian manusia terinfeksi virus flu burung pandemik relatif tinggi. Shu Yuelong mengatakan, " Hasil pengetesan terhadap kasus flu burung pada manusia dewasa ini menunjukkan, kebanyakan kasus tersebut berjangkit pada musim dingin dan semi, sedangkan kelompok yang terinfeksi adalah orang muda sekitar usia 18 hingga 20 tahun, angka kematian tersebut melampaui 60 persen di global."
Menurut penjelasan, masa tunas (inkubasi) flu burung pada manusia umumnya dalam 7 hari, stadium dini sangat mirip dengan flu biasa, terutama merasa demam dan suhu badan mencapai 39 derajat selsius ke atas, ditambah ingusan, sesak napas, batuk, leher sakit, kepala pening dan lain sebagainya. Sebagian penderita bahkan muncul gejala mual, perut sakit, mencret dan gejala saluran pencernaan.
Pakar menjelaskan, melalui pengobatan intensif, sejumlah penderita dapat disembuhkan, tapi ada juga yang gejalanya memburuk, yaitu muncul prostasi dan komplikasi bahkan meninggal. Shu Yuelong dalam penjelasannya mengatakan, dewasa ini, diagnosa dan pemeriksaan terhadap flu burung pada manusia harus melalui pengetesan laboratorium. Dikatakannya, " Setelah mendeteksi kasus flu burung tercurigai, tenaga medis harus bersama dengan badan medis terkait mengumpulkan sampel kasus dan dibawa ke laboratorium terkait untuk dideteksi, terutama melalui cara berikut. Pertama, mengadakan deteksi asam nukleat terhadap sampel saluran pernapasan. Kedua, perlu memisah virus. Ketiga, mengadakan deteksi antibiotik terhadap serum. Hasil deteksi asam nukleat paling cepat dalam 8 jam, sedangkan pemisahan virus memerlukan beberapa hari, serta deteksi antibiotik membutuhkan satu hingga dua pekan."
Menurut penjelasan, manifestasi klinik flu burung pada manusia dan flu biasa mempunyai banyak kemiripan, tapi jalur penyebaran infeksi kedua jenis flu itu berbeda besar. Konkretnya, jalur penyebaran flu biasa adalah antara manusia, tapi jalur penyebaran flu burung pada manusia terutama adalah dari unggas ke manusia, langsung menyentuh bangkai unggas merupakan unsur paling bahaya. Hasil pemeriksaan epidemiologi menunjukkan, kebanyakan kasus flu burung pada manusia mempunyai sejarah kontak dengan unggas sebelum kena penyakit atau terungkap dalam lingkungan yang tercemar virus, misalnya pasar unggas hidup.
Shu Yuelong mengatakan, meskipun terdapat kasus tertentu manusia tertular flu burung, tapi sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan virus dapat menyebar dengan efektif, mayoritas mutlak kasus flu burung pada manusia adalah diakibatkan penderita berkontak dengan unggas piaraan yang terinfeksi atau sasaran yang tercemar. Shu Yuelong mengatakan," Mayoritas mutlak kasus adalah penyebaran, tapi memang terdapat sejumlah kasus yang memusat dalam keluarga. Ini disebabkan mereka berada pada lingkungan yang sama. Di antaranya, juga ada gejala yang kebetulan berkontak erat yang menyebabkan penularan flu burung antar manusia. Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyebutnya sebagai penyebaran antar manusia dalam terbatas."
Bagaimana mencegah flu burung pada manusia merupakan masalah yang sangat dipedulikan masyarakat. Periset Pusat Pencegahan Dan Pengontrolan Penyakit Tiongkok, Wang Jian mengatakan, wabah flu burung pada manusia dapat dicegah melalui sejumlah cara, masyarakat sama sekali tidak perlu merasa panik.
Pakar menjelaskan, memutuskan jalur penyebaran wabah flu burung terutama sedapat mungkin menghindari kontak dengan unggas piaraan serta burung lainnya, begitu menyentuh unggas atau kotoran unggas harus segera mencuci bersih tangannya. Selain itu, tidak menuju pasar unggas hidup membeli unggas, harus tepat waktu melaporkan kepada badan terkait begitu menemukan unggas atau burung mati.
Pakar mengingatkan pula, pencegahan flu burung merupakan cara yang terbaik, yaitu menambah daya tahan tubuh dan kekebalan sendiri, harus cukup tidur dan beristirahat, mengkonsumsi makan dan minum yang seimbang, mengadakan latihan jasmani yang layak serta mempunyai kebiasaan sanitasi pribadi yang baik, ventilasi udara dalam ruang kamar yang baik dan lainnya.
Selain itu, sama dengan virus flu biasa, virus flu burung juga sangat peka terhadap suhu tinggi. Mengkonsumsi daging atau telur unggas yang matang adalah aman.
Pakar menganalisa, berdasarkan keadaan wabah flu burung pada manusia dan wabah hewan di seluruh global, pada suatu waktu yang dekat, kasus penyebaran flu burung pada manusia tetap terus muncul. Shu Yuelong mengatakan, setiap bertambahnya satu kasus flu burung pada manusia akan menciptakan kesempatan bagi kemampuan penyebaran melalui mutasi atau kombinasi kembali genetika.
Kini, menghadapi flu burung, manusia masih terdapat banyak bidang yang belum mengetahui, bagaimana mengantisipasi flu burung telah menjadi masalah global, sedangkan pencegahan dan pengontrolan flu burung tetap merupakan tugas berat manusia.

















