Dalam Ruangan Kesehatan edisi ini akan kami bicarakan pengembangan rasional ilmu kedokteran dan obat tradisional Tiongkok.
Ilmu kedokteran dan obat tradisional Tiongkok sejak dahulu tak pernah dipisahkan, tapi Undang Undang Pengelolaan Obat-obatan yang baru diumumkan memungkinkan keadaan itu berubah. Preparat obat produk sendiri selalu dianggap sebagai mesin pembuat darah badan medis tradisional Tiongkok, tapi dengan diterapkannya Good Manufacturing Practice GMP telah memungkinkan sebagian preparat obat tradisional Tiongkok mengalami penyusutan, tidak saja penelitiannya terhambat, juga pewarisan dan perkembangannya mengalami tantangan.
Pakar menunjukkan, preparat obat tradisional Tiongkok yang diproduksi menurut teknik tradisional, proses pemeriksaan dan persetujuannya sangat rumit, ditambah tidak dapat menghindarkan pemastian oleh kedokteran Barat, banyak preparat obat tradisional Tiongkok terpaksa dikesampingkan penggunaannya karena sulit untuk diperiksa dan disetujui, semuanya itu mengekang dengan serius kemampuan inovasi mandiri obat tradisional Tiongkok.
Berdasarkan data badan kesehatan Provinsi Shanxi, Tiongkok barat laut, selama belasan tahun di provinsi tersebut terdapat 8000 lebih preparat obat tradisional Tiongkok, tapi lima tahun yang lalu tinggal 3300 lebih. Angka itu berkurang sampai 2094 setelah diadakan pemeriksaan ulang pada tahun 2005, di antaranya, hanya 1157 preparat yang memenuhi tuntutan bahan permohonan dan diadakan evaluasi teknis, sedangkan pada akhirnya hanya sekitar 1000 preparat mendapat nomor ijin melalui evaluasi, sedangkan preparat lainnya terpaksa dikesampingkan.
Pakar berpendapat, penyebab utama yang mengakibatkan ' mundurnya ' preparat obat tradisional Tiongkok dalam proses pemeriksaan dan penyetujuan ialah biayanya, menurut tuntutan terkait, menyediakan bahan yang lengkap dan mengadakan pengetesan terkait paling sedikit memakan biaya 20.000 yuan RMB.
Pemeriksaan dan penyetujuan preparat obat tradisional Tiongkok bukannya terlebih dahulu mempertimbangkan teori ilmu kedokteran tradisional Tiongkok bagaimana memberi pengarahan penggunaan obat, tapi melalui eksperimen apakah preparat mengandung racun sebagai salah satu standar.
Banyak penanggung jawab rumah sakit ilmu kedokteran tradisional Tiongkok berpendapat, dewasa ini, salah satu masalah yang paling besar mempengaruhi ilmu kedokteran Tiongkok ialah pemeriksaan dan penyetujuan produksi preparat tersebut. Banyak preparat obat tradisional Tiongkok adalah resep yang terbukti manjur, tapi sejauh ini tidak dapat merealisasi standardisasi produksi dalam syarat ilmu pengetahuan dan teknologi, semuanya itu telah mengekang sejumlah resep manjur obat tradisional Tiongkok memainkan peranan klinik. Banyak resep rahasia yang diturunkan turun-menurun dalam keluarga adalah penyimpulan pengalaman klinis, tapi tidak dapat membentuk skala karena masalah standardisasi produksi, maka, hanya disahkan penggunaannya dalam rumah sakit, membuka resep untuk pasien yang dirawat di rumah sakit, pada akhirnya berkemungkinan hilangnya banyak cara pembuatan obat tradisional.
Mengenai apakah preparat obat tradisional Tiongkok harus seperti obat Barat membagi dengan jelas komposisi farmakologi? Pakar menunjukkan, banyak resep obat tradisional Tiongkok diakumulasi melalui puluhan tahun bahkan seribu tahun ke atas, keefektifan klinik sangat unik, penggunaan klinis obat tidak menimbulkan efek beracun terhadap badan manusia.
Pakar berpendapat, preparat obat tradisional Tiongkok seharusnya dikembangkan secara teratur dan membentuk mekanisme "penarikan", menyingkirkan preparat yang digunakan bertahun-tahun tapi efek penyembuhannya relatif jelek, mengembangkan preparat baru sebagai alternatif. Kunci pembuatan obat tradisional Tiongkok oleh rumah sakit berkaitan erat dengan perkembangan ilmu kedokteran tradisional Tiongkok, harus diintensifkan penopangan, pengawasan, pengelolaan dan pengarahannya.
Ilmu kedokteran tradisional Tiongkok mendambakan langkah dan kebijakan yang setara dengan ilmu kedokteran Barat.
Ilmu kedokteran tradisional Tiongkok adalah tergolong kelompok lemah, perlu menjaga kelangsungan hidup dan mencapai perkembangan, semuanya tak terpisahkan dari pasokan pemerintah berbagai tingkat dan penopangan kebijakan. Dalam keadaan kurangnya secara merata pasokan dana pemerintah terhadap badan kesehatan, badan medis tradisional Tiongkok di basis akan tidak mengharapkan pasokan yang khusus, tapi mengharapkan dapat memperoleh kebijakan sama derajat dengan ilmu kedokteran Barat.
Masalah ekonomi dianggap sebagai unsur paling utama yang mengekang perkembangan ilmu kedokteran tradisional Tiongkok, ini termanifestasi pada kurangnya proyek pelayanan ilmu kedokteran tradisional Tiongkok dan rendahnya penetapan harga. Dalam 3996 proyek pelayanan medis yang dicek dan diratifikasi oleh Komisi Pembangunan Dan Reformasi Nasional, proyek ilmu kedokteran tradisional Tiongkok hanya 92 buah. Keadaan itu memungkinkan hasil guna ekonomi lembaga yang bergerak di bidang ilmu kedokteran tradisional Tiongkok semakin berkurang, ditambah proporsi pendapatan dari pemasaran obat juga sangat kecil, semuanya itu mempengaruhi keinisiatifan rumah sakit yang menyediakan pelayanan pengobatan tradisional Tiongkok dan skala pasokan dana ulang terhadap ilmu kedokteran tradisional Tiongkok.
Tidak dapat berbagi dengan setara sumber daya kesehatan publik juga mengekang perkembangan rumah sakit tradisional Tiongkok. Meskipun beberapa tahun belakangan ini, sarana pengobatan modern dan tenaga trampil di berbagai rumah sakit tradisional Tiongkok bertambah secara berangsur-angsur, pelayanan medis modern juga menempati pangsa tertentu, tapi sistem pertolongan pertama pada gawat darurat ilmu kedokteran tradisional tidak mendapat pengakuan berkenaan dengan kemampuannya, gejala ini sulit berubah dalam waktu dekat.
Dewasa ini, pemerintah berbagai tingkat di Tiongkok menyatakan perlunya mementingkan perkembangan ilmu kedokteran dan obat tradisional Tiongkok. Dengan demikian, ilmu kedokteran tradisional Tiongkok yang merupakan khazanah bangsa Tionghoa pasti akan mencapai perkembangan baru.

















