Rancangan reformasi baru Tiongkok di bidang kesehatan dalam waktu dekat ini akan diumumkan. Salah satu titik berat dalam perancangan tersebut adalah reformasi rumah sakit milik negara. Ini merupakan langkah penting untuk memperbaiki sistem pelayanan kesehatan negara.
Rapat kerja pejabat kesehatan seluruh negeri memutuskan akan mendorong uji coba reformasi rumah sakit milik negara sekaligus memperbesar subsidi untuk rumah sakit milik negara guna menekan harga obat-obatan.
Reformasi sistem kesehatan dan pengobatan ialah persoalan pelik yang dihadapi setiap negara. Pada Oktober tahun lalu, Tiongkok secara luas mengumumkan perancangan kesehatan negara untuk mengumpulkan opini dan pandangan dari berbagai pihak.
Menteri Kesehatan Tiongkok Chen Zhu dalam rapat kerja tersebut menyatakan, sebagai intisari reformasi sistem kesehatan dan pengobatan, Tiongkok akan menitikberatkan pada reformasi rumah sakit milik negara karena rumah sakit milik negara adalah induk sistem pelayanan kesehatan dan pengobatan Tiongkok.
Dalam proses tersebut, bagaimana menyejahterahkan rumah sakit milik negara merupakan salah satu fokus yang diperhatikan oleh berbagai pihak. Pada tahun 80-an, Tiongkok memperkecil anggaran pelayanan umum untuk menekan subsidi bagi rumah sakit, akibatnya rumah sakit negara menjadi rumah sakit komersial, yang kemudian berujung pada besarnya biaya pengobatan bagi masyarakat.
Menteri Kesehatan Tiongkok, Chen Zhu menyatakan, pemerintah akan mengadakan reformasi terhadap mekanisme pemberian subsidi kepada rumah sakit milik negara. Selain itu, untuk menyelesaikan persoalan mahalnya biaya pengobatan, pemerintah juga akan menetapkan besar biaya rumah sakit milik negara untuk mengurangi beban biaya pengobatan masyarakat.
Reformasi juga akan dilakukan terhadap sistem pengelolaan dan operasi rumah sakit milik negara dengan melaksanakan evaluasi terhadap hasil kinerja rumah sakit negara, serta membentuk sistem informasi yang transparan agar masyarakat dapat ikut mengawasi.

















