Program Bantuan 20 Tahun Kepada Penderita Lever
  2009-07-10 09:16:07  CRI

Dalam Ruangan Kesehatan untuk edisi ini akan kami perkenalkan program kesehatan yang digulirkan sejumlah lembaga Tiongkok untuk membantu penderita penyakit lever.

Program Membantu Penderita Lever selama 20 tahun dengan kerja sama banyak lembaga Tiongkok digulirkan di Beijing pada bulan September lalu. Berdasarkan program tersebut, para penderita penyakit lever di Tiongkok akan mempunyai kesempatan untuk memperoleh informasi terbaru di bidang pencegahan dan pengobatan penyakit lever, dana untuk pengobatan bahkan pengobatan gratis.

Program tersebut disponsori bersama oleh Yayasan Pencegahan dan Pengobatan Radang Hati Tiongkok dan situs web www.519liver.com. Dalam kurun waktu 20 tahun, program tersebut akan memberi pengarahan kepada penderita lever dan masyarakat untuk memahami pengetahuan yang tepat dan kesadaran mengenai pencegahan dan pengobatan penyakit lever, sementara menciptakan lingkungan pengobatan yang lebih sempurna dan kehidupan yang lebih mengutamakan kepentingan penderita lever. Akademisi Akademi Rekayasa Tiongkok dan juga anggota Dewan Asian Pacific Association for the Study of the Liver (APASL), Profesor Zhuang Hui dalam penjelasannya mengatakan, " Berdasarkan suatu survei mengenai beban ekonomi karena penyakit, setiap kasus hepatitis kronis termasuk pengerasan hati dan kanker hati, biaya pengobatan yang langsung dan tidak langsung rata-rata setiap tahun mencapai 30.477 yuan RMB. Banyak penelitian menunjukkan, penderita hepatitis B kronik kalau dapat menjalani pengobatan yang baku, berkemungkinan dapat mempelambat bahkan mencegah memburuknya penyakit, mengurangi terjadinya pengerasan hati dan kanker hati, sehingga dapat memperbaiki mutu kehidupan para penderita dan memperpanjang usia mereka. Tapi berdasarkan survei, di Tiongkok hanya sekitar 19 persen penderita penyakit lever termasuk yang terinfeksi virus hepatitis menggunakan obat anti virus, sedangkan sekitar 38 persen penderita hepatitis kronis terlalu percaya kepada iklan palsu."

Biaya pengobatan yang terlalu tinggi, kurangnya pengetahuan tepat para penderita terhadap pencegahan dan pengobatan penyakit hepatitis dan pengobatan baku serta tidak samanya level pengobatan keseluruhan penyakit hepatitis di Tiongkok, semuanya itu telah menjadi masalah menonjol dalam pengontrolan penyakit hati. Akan tetapi, dilihat dari perlengkapan deteksi, obat-obatan dan pakar medis canggih, taraf pengobatan penyakit lever di Tiongkok sama dengan taraf maju di dunia. Justru berdasarkan keadaan itu, program bantuan kepada penderita lever telah memungkinkan lebih banyak penderita sejenis mendapat pengobatan yang baku, memungkinkan masyarakat lebih banyak mengetahui pencegahan penyakit lever. Yayasan Pengontrolan Hepatitis Tiongkok Wang Zhao mengatakan, " Diterapkannya program tersebut, terutama merujuk pada keadaan urgen dan kebutuhan yang merujuk pada kurangnya pengetahuan pengontrolan penyakit lever di kalangan masyarakat Tiongkok, minimnya kesadaran pengobatan dan pengetahuan penderita lever terhadap penyakitnya dan sangat perlunya pengarahan media yang profesional dan baku. Sekuat tenaga memprakarsai ide pengontrolan ilmiah mengenai pencegahan dan pengobatan rasional penyakit lever, yang bertujuan membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap penyakit lever, mendorong dan memberi pengarahan kepada para penderita untuk dengan aktif menerima pengobatan yang baku dan menjamin diterapkannya berbagai langkah pengontrolan."

CEO pertama lembaga sponsor program, Yang Yong dalam penjelasannya mengatakan, program tersebut terbagi tiga bidang, yaitu pemberian bantuan dana kepada penderita hepatitis, pelayanan penyuluhan konsultasi dan pembangunan platform pertukaran. Platform tersebut menyediakan kemudahan kepada para penderita yang peduli dan berpartisipasi dalam program tersebut, sementara berangsur-angsur menyediakan pelayanan kepada penderita lever berupa konsultasi pakar dan membuat janji dengan dokter. Selain itu, situs web akan membangun platform pertukaran dengan gratis antara dokter dan pasien, melalui cara pembuatan kolom istimewa dokter, blogger penderita, forum, membuat acara Talk Show online untuk para dokter dan pasien.

Program Membantu Penderita Lever memperoleh dukungan kuat dan tanggapan ramai dari banyak pakar bidang pencegahan dan pengobatan penyakit hepatitis di Tiongkok.

Wei Deshan dari Provinsi Liaoning, Tiongkok timur laut adalah penderita kanker hati. Dikatakannya, " Penyakit lever merupakan penyakit berat, biaya pengobatannya sangat tinggi. Berkat bantuan program dan dana masyarakat, saya dapat menyaksikan masa depan yang indah dan merasa kehangatan dari masyarakat."

Dalam pelaksanaan program selama 20 tahun, kelompok yang mendapat bantuan akan mencapai 100.000 orang, sedangkan jumlah rumah sakit yang bergabung dalam program tersebut akan mencapai 100 buah dan tersebar di seluruh Tiongkok.

Pakar kedokteran mengatakan, tugas program tersebut sangat berat, karena Tiongkok wilayahnya luas, sedangkan penderita penyakit lever mencapai jutaan, ditambah level keseluruhan pengobatan masih terbatas, semuanya itu tidak dapat dipecahkan dalam waktu pendek. Akan tetapi, justru karena keadaan itu barulah program tersebut dapat dilaksanakan dan akan diterapkan selama 20 tahun. Hasil langsung program tersebut ialah mendanai dan membantu para penderita yang dihantui penyakit hati, sedangkan hasil tidak langsung ialah masyarakat dengan tepat mempunyai kesadaran pengontrolan penyakit lever, ini adalah hal yang paling perlu.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040