Dalam Ruangan Kesehatan edisi ini akan kami bicarakan pengetahuan mengenai pra-menopause.
Munculnya gejala penuaan dan menopause kaum wanita tidak dapat dipisahkan, sehubungan dengan hal itu mendatangkan banyak masalah, sehinga tidak sedikit kaum wanita merasa sangat gelisah. Pakar mengusulkan, sebelum memasuki masa menopause, kaum wanita perlu secara sistematik mengenal pengetahuan yang terkait, dengan demikian dapat memungkinkan mereka dapat lebih baik melewatkan masa peralihan itu.
1. Setiap perempuan pada usia 48-52 tahun akan memasuki masa menopause.
Mayoritas mutlak wanita mati haid pada usia 50 tahun ke atas, tapi ada juga yang mungkin mati haid pada usia 30 tahun lebih, sedangkan sejumlah kecil wanita berkemungkinan memasuki masa menopause setelah berusia 60 tahun.
2. Biarpun tetap menstruasi, perempuan juga dapat mengalami sejumlah gejala yang baru muncul setelah memasuki masa menopause.
Umumnya beberapa tahun sebelum mati haid, kaum wanita dapat mengalami gejala-gejala menopause, pada tahap ini disebut peri-menopause, gejala itu terjadi pada beberapa tahun menjelang hingga beberapa tahun setelah menopause.
Kaum wanita yang berada pada masa peri-menopause, hormon estrogen dan progesteron muncul gejala perubahan besar keseimbangan. Pada tahap tersebut, kaum wanita mungkin akan muncul gejala demam berkala dan perubahan siklus menstruasi. Volume darah haid keluar lebih banyak daripada semula, tapi juga mungkin berkurang. Siklus haidnya menjadi lebih pendek, dan juga mungkin lebih panjang, atau pun tidak datang haid pada bulan tertentu. Meski kemampuan reproduksi wanita peri-menopause mungkin menurun, tapi masih tetap dapat hamil.
3. Gejala demam berkala wanita pra-menopause.
Meski tidak setiap wanita mengalami gejala demam berkala pra dan pasca menopause, tapi berdasarkan prakiraan, sekitar 80 hingga 85 persen wanita mengalami demam berkala pada masa peri-menopause dan pasca menopause. Kaum wanita yang indeks masa tubuh BMI relatif tinggi atau relatif awal memasuki menopause, frekuensi munculnya demam berkala dan keluar keringat disusul sensasi dingin serta keringat malam relatif tinggi.
Selanjutnya kami bicarakan sejumlah cara yang sederhana untuk mengurangi ketidak enakan badan, tebal atau tipisnya pakaian yang dikenakan harus cocok, tidak minum arak dan makan hidangan pedas, banyak mengkonsumsi makanan berbahan kedelai atau ekstrak wijen hitam, semuanya itu dapat meredakan gejala tersebut.
4. Gejala pendarahan vagina wanita pasca-menopause tidak dapat diremehkan.
Pada tahap peri-menopause, wanita akan mengalami pendarahan vagina yang tidak teratur. Tapi pasca menopause, kalau tidak menggunakan terapi hormon, pendarahan ulang vagina merupakan gejala abnormal. Ketika ini, Anda perlu tepat waktu mengadakan pemeriksaan ke dokter dan menemukan sebab musabab terjadinya pendarahan.
5. Waspada menurunnya dengan cepat BMD wanita pasca-menopause.
Selama berapa tahun pra-menopause, laju berkurangnya massa tulang (bone mass)wanita adalah paling cepat, begitu laju penurunan itu lebih cepat dari laju remodeling tulang yang normal, maka, akan muncul gejala osteoporosis.
Mengadakan latihan jasmani rutin dapat memelihara kekuatan tulang dan otot. Selain itu, untuk mencegah dan menghindari osteoporosis, asupan zat kalsium dan vitamin D sangat diperlukan. Dalam makanan sehari-hari harus mengandung cukup hasil susu dan kaya zat kalsium.
6. Wanita pasca-menopause mudah muncul penyakit saluran kemih.
Menurunnya level estrogen akan mengakibatkan pemendekan dan penipisan dinding saluran kemih, dengan demikian dapat muncul sejumlah penyakit saluran kemih, misalnya penyakit sering berkencing. Sering buang air kecil di malam hari, sulit menahan kencing dan lain sebagainya.
Kalau masalah tersebut mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan terpaksa mengurangi latihan jasmani dan kegiatan hubungan masyarakat, maka, perlu berobat ke dokter.
7. Wanita pasca menopause memerlukan pencapaian tahap klimaks yang lebih panjang dalam melakukan hubungan seksual.
Wanita pasca menopause, minat terhadap seks akan menurun dengan sendirinya. Karena pada waktu itu, liang vagina menjadi tipis, lebih kering dan kurang elastis. Ini memungkinkan rasa sakit ketika melakukan hubungan intim, libido seksual sangat rendah. Pada umumnya, kaum wanita pada masa peri-menopause dan pasca-menopause tetap dapat menikmati kehidupan seksual seperti di waktu usia muda.
8. Wanita pada masa peri-menopause dan pasca-menopause tidak dapat tidur lelap di malam hari.
Gangguan tidur akan semakin serius dengan bertambahnya usia wanita pasca-menopause, misalnya sulit tidur lelap, dan tidak dapat kembali tidur setelah terbangun, waktu bangun juga lebih awal daripada biasanya.
Tidak saja demikian, gangguan tidur yang kontinu dapat memungkinkan kaum wanita lebih mudah tersinggung dan akan menurunkan konsentrasi dan daya ingat.
9. Tidak perlu minum obat kalau gejala menopausenya normal.
Karena hal ini merupakan proses alami, berkemungkinan akan mempengaruhi sedikit kehidupan wanita, tapi dalam banyak keadaan, tidak memerlukan minum obat untuk mengatasinya.
10. Kalau mengakibatkan mati haid karena pengobatan penyakit atau menjalani operasi, mungkin mengakibatkan gejala yang lebih serius. Pada saat ini kaum wanita dianjurkan perlu berobat ke dokter spesialis untuk menghilangkan ketidak-enakan badan pasca-menopause.

















