Dalam Ruangan Kesehatan untuk edisi ini akan kami bicarakan menyusui melindungi wanita dari kanker payudara.
Air susu ibu ASI merupakan makanan yang paling sehat dan paling ilmiah bagi bayi, tidak saja menyediakan nutrisi pokok kepada bayi untuk dapat bertahan hidup, juga menambah daya kekebalan dan kecerdasan bayi, mendorong kedekatan hubungan ibu dengan bayinya serta memungkinkan kaum ibu menjadi sehat. Tapi, di zaman sekarang sejumlah ibu muda mengabaikan pemberian ASI.
Sekitar 20-30 Persen Ibu Enggan Menyusui Bayi
Di sebuah kamar rumah sakit di Beijing terdengar suara tangisan bayi, sedangkan ibu yang di pinggirnya hanya dapat melelehkan air mata dan merasa sangat cemas. Sebabnya adalah sangat sederhana, yaitu bayinya merasa lapar. Sehubungan dengan ketakutan badannya rusak jika memberi ASI kepada anaknya, ibu tersebut setelah bersalin segera dengan tegas menstop ASI melalui suntikan, dan memberikan bayinya susu formula. Akan tetapi, bagaimana pun juga bayinya tidak mau minum susu formula dan terus menangis. Tak lama kemudian, sempat merebak kabar mengenai susu bubuk bayi yang bermasalah, sehingga ibu tersebut menyesal sekali.
Pakar kedokteran dalam penjelasannya mengatakan, pada kenyataannya sekitar 20-30 persen ibu muda jaman sekarang enggan menyusui bayinya.
Tapi keadaannya berbeda dengan ibu muda lain Nyonya Zhang, ia mempunyai pengetahuan tertentu mengenai pemberian ASI kepada bayi, yang patut disayangkan adalah sekresi susunya sangat limit, dan tidak tega melihat bayinya terus menangis karena kelaparan, maka, memberi susu formula kepada anaknya, akibatnya anak kesayangannya begitu tergantung pada botol susu dan mengesampingkan ASI yang berharga, sehingga Nyonya Zhang terpaksa membiarkan bayinya minum susu formula. Menurut penjelasan, sejumlah ibu tidak bersedia menyusui bayi karena putingnya terasa sakit. Sedangkan sejumlah ibu karena pekerjaannya sibuk dan tekanannya besar, tidak mempunyai waktu luang untuk memberikan ASI kepada anaknya, sehingga bayinya kehilangan kesempatan emas untuk minum ASI.
Pakar menjelaskan, pertama, nutrisi ASI merupakan makanan ideal bagi bayi. ASI mengandung asam lemak dan laktosa yang relatif banyak, proporsi zat kapur dan fosfor juga layak, cocok dicerna dan dibutuhkan bayi, dan tidak mudah menimbulkan reaksi alergi pada tubuh. ASI banyak mengandung taurin yang bermanfaat bagi pertumbuhan sel otak bayi dan kecerdasan anak. Kedua, ASI khususnya sekresi susu pertama mengandung banyak materi yang dapat menambah daya imunisasi bayi, mengurangi risiko bayi kena penyakit pada tahun pertama dan mencegah berbagai infeksi. ASI dapat sewaktu-waktu diberikan kepada bayi, selain mudah, sanitasi juga ekonomis.
Selain itu, pemberian ASI mendorong kedekatan dan pengembangan kecintaan antara ibu dan bayi, memungkinkan bayi penuh perasaan puas dan aman, semuanya itu merupakan faktor penting bagi perkembangan normal fisiologi bayi dan dapat mendorong lebih baik pertumbuhan otak besar bayi.
Bagi kaum ibu, mempertahankan pemberian ASI setelah bersalin bermanfaat bagi proses pemulihan rahim dan menurunkan risiko kejangkitan kanker payudara. Pandangan mengenai menyusui bayi pasca bersalin dapat mempengaruhi tubuh adalah salah, pemberian ASI merupakan suatu proses pembakaran kalori dalam jumlah besar dan bermanfaat bagi penurunan berat badan ibu.
Berhati-hati Memilih Susu Bubuk Formula.
Berdasarkan penjelasan dokter, asalkan bersedia dan berminat keras, sekitar 90 persen ibu dapat dengan sukses memberi ASI kepada bayinya, maka, kaum ibu dianjurkan sedapat mungkin memberi ASI kepada bayinya sendiri. Kalau ibu muda menderita penyakit hepatitis B dan penyakit menular lainnya atau fungsi dalaman lemah, dokter baru mengajukan usul untuk mengganti ASI dengan substitusi susu. Sejumlah orang berpendapat bahwa anak pada jaman dahulu juga sehat dengan minum susu sapi segar, sehingga memilih susu segar untuk menggantikan ASI. Pakar terkait berpendapat, kadar protein dalam susu sapi segar terlalu tinggi, molekul kaseinnya besar, dan tidak mudah dicerna oleh bayi. Sementara, zat kalsium dan fosfor dalam susu sapi segar juga tidak cocok, maka, susu sapi segar bukannya substitusi susu yang ideal. Maka, para orang tua dianjurkan untuk memilih susu formula bayi sebagai pengganti ASI. Selanjutnya memilih susu formula yang cocok dan tidak menimbulkan gejala alergi, sembelit dan mencret, memungkinkan standar berat badan dan tinggi badan bayi bertumbuh normal, bayi tidur nyenyak dan napsu makannya juga normal.
Pemberian ASI menurunkan risiko bayi mengidap penyakit.
Penelitian terbaru menunjukkan, kalau semua ibu dapat memberikan ASI kepada bayinya setelah satu jam bersalin, dapat menurunkan risiko bayi kena penyakit dan menyelamatkan jutaan jiwa bayi yang baru lahir. Kini banyak organisasi internasional memeratakan pemberian ASI kepada bayi, sedangkan Organisasi Kesehatan Dunia menetapkan pekan pertama bulan Agustus sebagai " Pekan ASI Sedunia" dalam rangka mendorong dan mendukung pemberian ASI untuk bayi.

















