Dalam Ruangan Kesehatan untuk edisi ini akan kami bicarakan metode pengobatan alternatif dengan makanan.
Pertama, kami bicarakan pengobatan flu dengan teh hitam.
Sarjana Jepang menemukan merendam bagian yang terinfeksi virus dengan cairan teh hitam selama lima menit dapat memungkinkan virus kehilangan daya infeksinya. Dengan demikian para periset menunjukkan, pada musim berjangkitnya wabah flu, umum dianjurkan banyak minum teh hitam dan sering berkumur dengan air teh hitam.
Kedua, vitamin B 6 mencegah penyakit kencing manis.
Media Prancis, Italia dan Jepang memberitakan, penderita kencing manis yang kadar vitamin B6 di bawah nilai normal, setiap hari perlu mengkonsumsi 100 miligram vitamin B 6, gejala apatis dan nyeri di lengan dan kaki akan mereda dan hilang dalam 6 pekan. Biasanya banyak mengkonsumsi beras bulu, tepung terigu, telur, sayur hijau dan makanan yang kaya mengandung vitamin B 6 akan dengan efektif mencegah penyakit kencing manis.
Ketiga, minum susu sapi dapat mencegah bronkitis---radang cabang tenggorok.
Ilmuwan Amerika Serikat belum lama berselang dalam suatu risetnya menemukan, kelompok orang yang merokok dan menderita bronkitis, sekitar 31,7 persen tidak pernah minum susu sapi, sedangkan para perokok yang minum susu sapi setiap hari, risiko mengidap bronkitis di bawah 20 persen. Karena vitamin A dalam jumlah besar di dalam susu sapi dapat melindungi cabang tenggorok dan dindingnya, sehingga mengurangi kesempatan meradangnya tenggorokan.
Ke-empat, royal jelly mencegah rematik.
Ilmuwan Inggris dalam kesimpulan penelitian terhadap 200 penderita rematik menemukan, penderita sejenis yang minum satu kapsul royal jelly setiap hari, rasa nyerinya dapat dikurangi 50 persen, keluwesan sendi juga membaik 17 persen.
Kelima, sari buah jeruk dapat menghilangkan infeksi saluran kencing.
Penelitian dokter Amerika Serikat menunjukkan, orang yang mudah kena infeksi saluran kemih, setiap hari minum 300 miligram sari buah jeruk, dengan demikian dapat mencegah infeksi saluran kemih, efisiensinya lebih baik daripada semata-mata minum air putih. Karena sari buah jeruk tidak hanya dapat membuang baksil-baksil di dalam tubuh, tapi juga dapat mencegah baksil menempel di dinding saluran kemih.

Ke-enam, biji labu merah dapat digunakan untuk mengobati penyakit prostat.
Periset Amerika Serikat dalam penelitiannya menemukan, kaum pria kalau dapat setiap hari mengkonsumsi sekitar 50 gram biji labu merah, dapat menyembuhkan gangguan prostat, sehingga stadium kedua dapat pulih ke stadium awal serta memperbaiki dengan nyata stadium ketiga. Karena komposisi aktif biji labu merah dapat menghilangkan pembengkakkan stadium awal prostat, sementara juga dapat berperan mencegah risiko kena kanker prostat.
Ketujuh, makanan berbahan pati dapat mencegah kanker usus.
Riset Universitas Cambridge Inggris menunjukkan, tingkat kejangkitan kanker usus di kalangan orang Australia merupakan 4 kali lipat orang Tiongkok, sebab utama ialah asupan orang Australia akan makanan berbahan pati sangat sedikit. Pakar menunjukkan bahwa butyrate dalam makanan berbahan pati, misalnya pisang, kentang dan kacang polong dapat langsung mengekang berkembangbiaknya baksil usus besar dan merupakan material pengekang kuat pertumbuhan sel kanker.
Ke-delapan, pocai dapat mencegah degenerasi retina--selaput jala.
Riset Universitas Harvard Amerika Serikat menunjukkan, setiap pekan mengkonsumsi dua hingga empat kali pocai, dapat menurunkan risiko degenerasi retina. Dikabarkan, sebab utama sayur pocai dapat melindungi selaput mata ialah karotenoid. Komposisi tersebut terdapat dalam sayur mayur hijau dan dapat melindungi retina dari bahaya radiasi sinar matahari.
Selanjutnya, kami bicarakan pengetahuan mengenai hubungan kopi dengan penyakit kencing manis.
Minum kopi pahit dapat memungkinkan naiknya kadar gula darah seseorang. Hasil riset terbaru menunjukkan, mengurangi atau menghentikan sama sekali kebiasaan minum kopi dan minuman yang mengandung kafein, mungkin dapat bermanfaat bagi gula darah penderita kencing manis memelihara pada taraf normal.
Periset setelah mengadakan penelitian terhadap 10 penderita kencing manis tipe-2 yang rata-rata usianya 63 tahun, yaitu menanam mini chips monitor kadar glukose di bawah permukaan kulit bagian perut untuk memantau terus kadar gula darah. Hasil riset menemukan, kadar gula darah penderita kencing manis yang mempunyai kebiasaan minum kopi akan naik setelah mereka minum minuman yang mengandung kafein, khususnya gula darah setelah makan.
Analisa periset menunjukkan, kafein dapat melalui cara tertentu merusak metabolisme glukose, sehingga dapat mendatangkan bahaya bagi penderita kencing manis tipe-2.
Selain kopi, sejumlah minuman lain juga mungkin mengandung kafein. Menyinggung kaitannya kafein dengan risiko mengidapnya kencing manis, hasil riset yang diperoleh dalam jumlah besar selama belakang ini relatif berbeda. Sebelumnya, hasil riset menunjukkan, banyak minum kopi dapat menurunkan risiko orang mengidap penyakit kencing manis tipe-2. Periset menunjukkan, masih perlu diadakan penelitian lebih lanjut dampak kafein terhadap mekanisme konkret metabolisme manusia.

















