
KTT Uni Afrika ke-11 dibuka di Shram el-Sheikh, Mesir kemarin (30/06) dengan dihadiri oleh kepala negara, kepala pemerintah atau wakilnya dari 53 negara anggota Uni Afrika. Para peserta dalam konferensi kali ini akan membahas situasi keseluruhan perkembangan Afrika. Berikut laporannya dari Shram el-Sheikh.
Organisasi regional Afrika yang telah bersejarah 6 tahun itu kemarin menyongsong KTT ke-11. Ini merupakan sekali pertemuan meriah para pemimpin Afrika menyusul pertemuan di Addis Ababa, Ethiopia akhir bulan Januari lalu. Kepala negara, kepala pemerintah dan wakilnya dari 53 negara anggota Uni Afrika akan membahas masalah-masalah termasuk perdamaian dan keamanan Afrika, pengembangan pertanian, melambungnya harga pangan dan energi dunia. Tema konferensi kali ini ialah merealisasi target pembangunan milenium mengenai air dan kesehatan. Menurut penjelasan, sebelum penutupan, KTT akan mengeluarkan deklarasi mengenai bagaimana mewujudkan target pembangunan milenium mengenai air dan kesehatan.

Presiden Mesir Hosni Mubarak, yang negaranya sebagai tuan rumah konferensi kali ini, dalam sambutannya di depan upacara pembukaan mengatakan, konferensi kali ini diselenggarakan dalam keadaan seluruh global menghadapi banyak krisis. Mubarak mengatakan, " Seluruh global kini tengah menghadapi banyak tantangan, antara lain krisis pangan, melambungnya harga energi serta dampak biofuel dan perubahan cuaca. Masyarakat internasional hendaknya memikul tanggung jawab, mengadakan dialog dengan jujur dan konstruktif mengenai masalah tersebut, bersama mengambil aksi untuk menyelesaikan krisis yang dihadapi seluruh global."
Mubarak mengatakan, salah satu topik penting dalam konferensi kali ini ialah menjajaki pendirian negara Afrika ketika menyelesaikan krisis tersebut. Dikatakannya, " Afrika adalah salah satu kawasan di dunia yang paling terpengaruh krisis itu. Masalah tersebut berkaitan erat dengan pengembangan pertanian. Afrika menghadapi banyak tantangan. Negara Afrika akan menyeragamkan pendiriannya melalui konferensi kali ini, dan menyampaikan pendiriannya Afrika dalam masalah tersebut kepada masyarakat internasional."

Mewujudkan target pembangunan milenium mengenai air dan kesehatan merupakan tema konferensi kali ini. Berdasarkan target terkait PBB, sebelum tahun 2015 harus mengurangi separo jumlah penduduk yang tidak dapat terus memperoleh air minum yang aman dan kesehatan lingkungan mendasar. Selama jangka panjang, kekeringan dan kekurangan jaminan keamanan air minum senantiasa menghantui perkembangan Afrika. Kekurangan air minum yang aman dan kesehatan lingkungan mendasar tidak saja mengakibatkan merebaknya banyak penyakit, tapi juga akan sangat mempengaruhi perkembangan ekonomi. Meskipun daratan Afrika mencapai sejumlah kemajuan di bidang air minum dan kondisi kesehatan, tapi masih jauh jaraknya dengan realisasi target pembangunan milenium. KTT kali ini akan menjajaki berbagai masalah realitas yang dihadapi dalam mewujudkan target tersebut serta jalan efektif untuk mempercepat dicapainya target tersebut.
Menyinggung mengapa Uni Afrika menjadikan masalah air dan kesehatan sebagai topik utama KTT kali ini, periset Akademi Ilmu Pengetahuan Dan Sosial Tiongkok, Zhang Yongpeng mengatakan," Karena sampai sekarang, dalam proses perkembangan Afrika, air dan kesehatan merupakan topik yang sangat erat, jumlah populasi Afrika pada waktu dahulu berkurang banyak di daerah konflik, tapi dalam keadaan pada pokoknya konflik mereda di Afrika sekarang, kebersihan sumber daya air berkaitan erat dengan kesehatan massa rakyat Afrika. Maka, dari satu segi perkembangan, atau dikatakan untuk meningkatkan sumber daya air ke suatu ketinggian strategis, maka, negara Afrika menjadikan masalah tersebut sebagai topik utama dalam konferensi kali ini. Bagi negara umum yang lain, masalah air bukannya masalah yang sangat besar, tapi di Afrika masalah tersebut adalah satu masalah strategis.

Berbagai negara Afrika perlu mewujudkan target pembangunan milenium, seiring dengan mengandalkan upayanya sendiri, bantuan dan dukungan masyarakat internasional juga tak terkurangkan, di antaranya termasuk bantuan dari pihak PBB. Wakil Sekjen Harian PBB yang menghadiri upacara pembukaan, Asha Rose Migiro dalam sambutannya menyatakan," PBB berkomitmen akan mendukung semua upaya Uni Afrika dalam merealisasi perdamaian dan kemakmuran. PBB akan sekuatnya mendorong Afrika membangun satu masa depan yang lebih indah. Asalkan dapat memenuhi kepedulian negara Afrika, mempertimbangkan keinginan negara Afrika, Afrika baru dapat memainkan potensinya yang tidak kunjung habis."

















