Waspadai Penyakit Ginjal
  2009-06-28 13:35:12  cri

Dalam Ruangan Kesehatan edisi ini akan kami bicarakan penyakit ginjal.

Penyakit ginjal merupakan sejenis penyakit yang tinggi kejangkitan dan kematiannya, berjangkitnya bersifat laten, gejalanya tidak begitu nyata, tidak sedikit orang tanpa disadari mengidap penyakit ginjal. Pakar menyatakan, penemuan dan pencegahan dini merupakan cara yang paling efektif mengontrol penyakit ginjal kronis. Situasi pengontrolan penyakit ginjal di Tiongkok kini sangat serius, masyarakat yang luas diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit ginjal. Berikut uraiannya.

Ginjal merupakan organ penting tubuh manusia, tidak hanya berfungsi membuang dan menetralisir toksin melalui proses detoks, juga mengatur tekanan darah dan keseimbangan dalam tubuh, mempunyai peran penting bagi fungsi aliran darah dan tulang. Pejabat Kementerian Kesehatan Tiongkok, Li Xun menjelaskan, dewasa ini, dilihat dari lingkup sedunia, tingkat kejangkitan penyakit ginjal kronis berkecenderungan naik. Dikatakannya, seiring dengan membaiknya kehidupan materiil dan kondisi pekerjaan, pola kehidupan masyarakat mengalami sejumlah perubahan yang tidak rasional, termasuk konsumsi berlebihan sejumlah nutrisi, beban pikiran selalu tegang dalam jangka panjang, kurang tidur, merokok, minum arak terlalu banyak hingga mabuk serta naiknya tingkat kejangkitan penyakit metabolisme seperti penyakit kencing manis dan tekanan darah tinggi, serta penggunaan sembarangan obat-obatan, semuanya itu dapat mengakibatkan munculnya penyakit ginjal kronis. Li Xun mengatakan, " Umum semakin merasakan seriusnya bahaya penyakit ginjal kronis serta berbagai macam tantangan yang didatangkannya. Penyakit ginjal merupakan salah satu penyakit penting yang mengancam kesehatan manusia menyusul penyakit pembuluh darah jantung dan otak, kanker dan kencing manis, dan telah menjadi masalah kesehatan umum global."

Keadaan itu juga tidak optimis di Tiongkok. Berdasarkan survei badan terkait Tiongkok, tingkat pengidapan penyakit ginjal kronis di kelompok usia 40 tahun ke atas mencapai 18.7 persen. Profesor Zhang Youkang dari Asosiasi Kedokteran Tiongkok mengatakan, " Situasi penyakit ginjal di Tiongkok sangat serius. Menurut prakiraan, jumlah penderita penyakit ginjal kronis merupakan 10 persen total populasi Tiongkok, sedangkan tingkat pengetahuan umum terhadap penyakit ginjal kronis hanya merupakan sepersepuluh."

Profesor Zheng Falei dari RS Union Medical Peking berpendapat, pengetahuan rakyat biasa Tiongkok terhadap penyakit ginjal kronis sangat terbatas, bahkan tingkat pengetahuan itu juga sangat rendah di kalangan tenaga medis di basis. Banyak penderita baru pergi ke dokter setelah penyakit ginjalnya memberat dan kesehatannya telah terusak sama sekali, maka, penemuan dan pencegahan dini merupakan cara yang paling efektif untuk mengobati penyakit ginjal kronis.

Profesor Zheng Falei menyatakan, berjangkitnya penyakit ginjal kronis walaupun bersikap laten, gejalanya tidak nyata, tapi kalau dapat memperhatikannya, juga dapat menemukan sejumlah 'isyarat bahaya' yang dikeluarkan penyakit tersebut. Dikatakannya, " Sebagian gejala dini penyakit ginjal kronis mungkin tidak begitu nyata, tapi seiring dengan memberatnya penyakit tersebut, banyak atau sedikit dapat muncul sejumlah gejala, misalnya badan lemas, tenaga jasmani kurang baik, napsu makan berkurang, kurang tidur serta gejala busung, ini merupakan manifestasi gejala dini."

Profesor Zheng menyatakan, adalah sangat sulit untuk memastikan seseorang kejangkitan penyakit ginjal dengan mengandalkan gejala tersebut. Umumnya orang setelah berusia 40 tahun juga perlu setiap tahun mengadakan pemeriksaan analisa air kemih rutin dan fungsi ginjal, kalau telah mengidap tekanan darah tinggi dan penyakit kencing manis, pemeriksaan tersebut harus diadakan dua kali atau lebih setiap tahun.

Profesor Zheng mengajukan pula sejumlah masalah yang mudah diabaikan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, yaitu begitu sibuk pekerjaannya lalu kurang minum air, sedangkan buang air besar atau kecil juga sedapat mungkin ditahan-tahan. Lama kelamaan akan menjadikan kebiasaan menahan kencing. Pakar berpendapat kebiasaan kurang baik itu tidak menguntungkan bagi kesehatan badan dan organ ginjal. Dikatakannya, " Harus memelihara kelancaran proses pembuangan air kecil. Orang harus memelihara konsumsi air yang cukup dan volume kemih yang cukup. Bersamaan juga perlu tepat waktu membuang air kecil. Kalau volume pembuangan air kemih tidak cukup, ini menunjukkan gejala dehidrasi dalam tubuh, kepekatan sejumlah materiil dalam tubuh akan bertambah tinggi, kalau banyak minum air, dan membuang banyak air kencing, semuanya itu menguntungkan penurunan kepekatan sejumlah materi berbahaya dalam tubuh. Selain itu, pembuangan air kemih yang tidak lancar dapat mengakibatkan infeksi dan gangguan terhadap fungsi ginjal, gejala ini harus dihindarkan.

Pakar menyatakan pula, banyak penyakit ginjal kronis telah ada metode pengobatan yang relatif efektif, walaupun sulit disembuhkan, tapi melalui pengobatan yang layak dan pengubahan kebiasaan kehidupan tertentu juga dapat memperlamban bahkan menghentikan perkembangan lebih lanjut gejala penyakit ginjal, memperlamban laju memburuknya fungsi ginjal penderita, menjamin mutu kehidupan penderita dan dapat menghemat sumber daya dan biaya pengobatan bagi keluarga dan masyarakat. Dikatakannya," Kalau dikatakan penyakit ginjal menakutkan dan pembunuh laten, ini disebabkan penyakit itu telah memasuki stadium akhir dan mungkin mendatangkan bahaya yang serius. Akan tetapi, dari stadium dini hingga stadium akhir merupakan proses yang lamban dan mungkin mendatangkan bahaya yang serius dan proses itu bersifat laten. Pada stadium dini, kalau dapat menemukan dini gejala, mengambil langkah yang kuat dan tepat waktu, dengan demikian pengontrolan terhadap penyakit juga memuaskan, para penderita dapat hidup dan bekerja sama seperti orang lain yang tidak menderita penyakit tersebut. Memelihara mutu kehidupan dan kemampuan kerja yang normal, semuanya dapat dijalankan, kuncinya pada pencegahan dan pengobatan dini."

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040